Jumat, 05 April 2013

Panduan Pemula Untuk Penangkaran Kacer

Beternak atau menangkar burung kacer memang membutuhkan kesabaran tinggi, khususnya bagi pemula. Tidak sedikit pemula yang gagal, dan memilih berhenti di tengah jalan. Bahkan ada juga yang gagal sebelum berjalan, hanya karena induk jantan dan induk betina yang tidak mau berjodoh, atau sebab-sebab lainnya. Ikuti panduan berikut ini, terutama dalam mengatasi dan mencegah berbagai permasalahan yang bakal terjadi dalam penangkaran burung kacer.

Seperti diketahui, penangkaran kacer memiliki prospek cerah mengingat permintaan konsumen yang terus meningkat. Bahkan Tabloid Agrobur dalam beberapa edisi lalu memperkirakan, tren penjualan kacer bakal mengungguli murai batu, karena harga jualnya relatif lebih terjangkau.

Sebelum atau sesudah membaca artikel ini, calon penangkar atau penangkar pemula juga dapat membaca artikel sejenis sebagai pelengkap referensi Anda, yaitu:
Halaman penangkaran burung kacer

Beberapa penyebab kegagalan dalam penangkaran burung kacer

Tips memilih indukan

Memilih indukan kacer memang perlu pengamatan yang cermat, sebab kacer termasuk jenis burung yang sulit dijodohkan, terlebih jika burung diperoleh secara terpisah. Jadi kalau ingin menangkarkan kacer, lebih bagus dan efisien kalau Anda mendapatkan burung yang sudah berjodoh atau berpasangan.

Sebab, menurut pengalaman saya, proses penjodohan burung menjadi tantangan tersendiri. Terkadang diperlukan beberapa kali usaha dan uji coba sampai akhirnya burung jantan dan burung betina mau berpasangan.

Memilih indukan juga perlu memperhatikan usia dan perilaku / karakter burung. Untuk induk betina, sebaiknya sudah berusia 1 tahun, sementara burung jantan sekitar 2 tahun. Usahakan burung betina sudah jinak, tetapi memiliki sifat dan karakter yang berani (mentalnya bagus).

Induk betina yang jinak cenderung tidak mudah terganggu selama mengerami telur. Berbeda jika masih giras, burung yang sedang mengeram mudah stres jika mendengar suara bising atau bahkan ketika tahu ada manusia yang mendekati kandang. Kalau sudah stres, biasanya induk betina tidak mau kembali ke sarang, atau bahkan memecah telur atau membuang telur.

Agar tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana memilih burung betina yang jinak, Anda jangan membelinya di pasar / kios burung. Silakan cari informasi mengenai penangkar kacer di daerah Anda. Burung hasil penangkaran cenderung jinak, atau minimal jinak-jinak lalat.

Jinak-jinak lalat adalah burung yang tidak kaget ketika kita mendekati kandang, meski ia akan terbang jika tangan kita mendekati tubuhnya. Sedangkan burung jinak bahkan mau bertengger di punggung tangan manusia, terutama perawat atau pemiliknya.

Induk jantan hasil penangkaran juga lebih dianjurkan untuk pemula daripada membeli burung jantan hasil tangkapan alam. Yang penting kondisinya sehat dan tidak memiliki cacat fisik. Sorot mata burung bisa menjadi tengara awal apakah burung sehat atau tidak. Burung sehat memiliki sorot mata tajam, tidak sayu.

Apabila ada rezeki berlebih, lebih afdol membeli calon indukan dari trah juara, terutama untuk induk betina. Sebab, sebagaimana pengalaman para penangkar senior, induk betina mempunyai andil sekitar 70-80% terhadap kualitas anakan yang berjenis kelamin laki-laki. Lebih afdol lagi jika calon induk betina dan jantan sama-sama berasal dari burung jawara.

Tetapi jika kemampuan finansial belum mencukupi, beli induk seadanya dari penangkar, yang penting Anda bisa segera memperoleh banyak pengalaman dulu dari usaha penangkaran. Jika dirawat dengan baik, anakan kacer tetap banyak yang mencari. Mengapa bisa begitu?

Sebab tidak orang yang memelihara kacer ingin melombakan burungnya, tetapi banyak juga yang sekadar untuk piaraan di rumah. Lebih dari itu, performa suara burung tidak sepenuhnya tergantung kualitas genetik, bahkan faktor perawatan memegang kendali sekitar 60-70% terhadap kualitas suara burung.

Kelak, jika perputaran uang hasil penangkaran sudah stabil, barulah Anda memikirkan untuk mencari indukan dari trah juara. Semua harus dimulai dari bawah, perlahan-lahan, sehingga bisa menimba banyak ilmu di lapangan. Tidak sedikit penangkar yang mengandalkan model bedol kandang yang akhirnya mandek di tengah jalan, karena tujuannya hanya ingin segera memperoleh hasil maksimal secara instan, sehingga ketika menemui masalah sedikit malah tidak sanggup mengatasi.

Model kandang penangkaran


Umumnya penangkar kacer menggunakan kandang penangkaran berukuran panjang 100 – 200 cm, lebar 90 – 150 cm, dan tingi 170 – 200 cm, atau hampir sama seperti yang biasa digunakan para penangkar burung murai batu.

Dinding samping (kiri – kanan) dan belakang terbuat dari bata / batako. Dinding tidak diplester, untuk menjaga kelembaban dan suhu di dalamnya. Untuk dinding depan bersifat lebih terbuka, karena terbuat dari kawat ram atau strimin. Sediakan pula dua pintu masuk, yaitu pintu untuk mengontrol dan pintu kecil untuk burung. 

Beberapa model kandag penangkaran kacer.

Di dalam kandang penangkaran perlu disediakan dua bak besar, masing-masing berisi air untuk mandi dan berisi pasir dengan beberapa batu-batu kecil di dalamnya. Burung betina menjelang bertelur sering membawa batu kecil ke dalam sarangnya.

Jika ingin memulai penangkaran burung dalam skala sedang atau besar, dan lahan mencukupi, Anda bisa membuat beberapa petak kandang yang letaknya berjajar. Setiap petak kandang menggunakan ukuran seperti dijelaskan di atas.

Kotak sarang bisa dibuat dari papan kayu dengan ukuran bervariasi, minimal 15 cm x 15 cm x 15 cm. Selain dari kotak kayu, bisa juga menggunakan batang pohon yang kering yang dilubangi, dengan diameter 10 – 12 cm dan kedalaman sarang 10 -1 5 cm.

Beberapa model kotak sarang untuk penangkaran kacer.

Kotak sarang ditempatkan di sudut paling atas, pada dinding belakang. Selain aman, juga akan membuat indukan tidak terlalu terganggu ketika kita akan mengganti air minum atau pakan.

Bahan sarang bisa menggunakan bagian tanaman yang sudah kering, misalnya tangkai daun lamtoro, tangkai daun sengon, sabut kelapa, ijuk pohon aren, atau daun cemara. Sebagian bahan ditaruh di kotak sarangnya, dan sebagian lagi disebar di dasar kandang.

Agar burung memiliki pilihan, sebaiknya sediakan minimal dua kotak sarang dengan lokasi yang berbeda. Preferensi sangat penting bagi burung, karena menyangkut kenyamanan sarang yang dipilihnya sendiri. Setelah indukan memilih salah satu tempat bersarangnya, maka kotak sarang yang tak terpakai bisa dilepas.

Proses panjang penjodohan kacer

Proses menjodohkan kacer bisa dilakukan dalam kandang besar (kandang penangkaran), bisa juga dilakukan perkenalan dulu selama 1-2 minggu. Apabila menggunakan kandang besar, cara mengenalkan kedua indukan adalah memasukan burung betina terlebih dulu ke dalam kandang tersebut.

Burung jantan dimasukkan dalam sangkar, tetapi sangkar dan burung jantan juga berada dalam kandang penangkaran. Dengan demikian, burung jantan dan betina setiap hari saling melihat.

Cara kedua adalah memasukkan burung jantan dan burung betina ke dalam sangkar berbeda, tetapi kedua sangkar diletakkan menempel / berdekatan. Biarkan keduanya terus berdekatan selama 1-2 minggu, dan lihat perkembangannya.

Selama masa perkenalan tersebut, baik menggunakan cara pertama dan kedua, induk jantan dan induk betina diberi BirdMature agar lebih bergairah satu sama lain. Selain itu, jika kelak berjodoh, maka bisa meningkatkan fertilitas telur, daya tetas, dan kualitas piyik / anakan yang menetas.

Lama masa perkenalan biasanya 1-2 minggu, tetapi bisa jadi molor menjadi 3-4 minggu. Hal ini sangat dipengaruhi karakter induk jantan dan betina, serta kondisi lingkungan sekitar kandang (mendukung / tidak). Faktor lingkungan yang bisa mengganggu penangkaran kacer antara lain lokasi bising atau cuaca terlalu panas.

Masa perkenalan bisa segera diakhiri, jika terlihat tanda-tanda burung berjodoh, yaitu :
Burung jantan akan berkicau lebih keras dan makin rajin berkicau, sedangkan burung betina sering membalas kicauan sang jantan.
Burung betina sering memanggil burung jantan, yang langsung disahut burung jantan. Pada saat itulah burung betina selalu terlihat gelisah.
Perjodohan akan berhasil jika saat disatukan dalam kandang penangkaran, mereka tidak saling berkelahi. 

Terkadang burung menampakkan tanda-tanda seperti berjodoh, namun ketika disatukan dalam kandang besar mereka saling kejar-kejaran. Hal ini biasa dialami burung betina yang umurnya terlalu muda dan belum siap dikawini. Karena itulah, disarankan memelihara betina yang sudah berumur 1 tahun, meski kacer betina sudah mencapai umur dewasa kelamin (UDK) pada umur 6-7 bulan.

Jika burung betina sudah berusia 1 tahun, dan tetap ogah dikawini, berarti ada masalah dengan hormon estrogen dan progesteron, sehingga birahinya sangat rendah. Jika Anda menjumpai hal seperti itu, silakan diterapi denganEstroBird.

Karena suplemen ini khusus untuk betina, burung jantan harus dimasukkan kembali ke dalam sangkarnya, sehingga tidak ikut menikmati EstroBird(nanti jadi alay, he..he..). Untuk burung jantan, terapinya menggunakanTestoBird. Berikan selama 1 minggu, dan satukan kembali burung dalam kandang penangkaran.


Fakta yang sering dialami penangkar

Banyak penangkar, khususnya pemula, yang merasa kesulitan dengan proses perjodohan ini. Terkadang salah satu indukan mati (biasanya betina) karena diserang induk jantan yang terlalu birahi.

Karena itu, selama burung belum bertelur, sebaiknya ada petugas yang rutin mengawasi induk jantan dan induk betina, agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Jika mempunyai rezeki, ada baiknya melengkapi kandang dengan kamera CCTV, atau membuat sendiri kamera serupa CCTV seperti yang pernah diajarkan Om Kicau di sini.

Berikut ini beberapa fakta yang sering dialami penangkar selama masa penjodohan berserta solusinya:
Burung betina justru mengejar-ngejar burung jantan. Solusinya, tingkatkan porsiextra fooding (EF) untuk burung jantan. Sebaliknya, porsi EF untuk burung betina dikurangi sedikit.
Burung jantan mengejar-ngejar burung betina. Solusinya, kurangi porsi extra fooding (EF) untuk burung jantan. Sebaliknya, porsi EF untuk burung betina ditambah sedikit.
Burung betina terlalu galak atau melawan saat burung jantan menghampirinya. Solusinya, porsi EF burung betina dikurangi, sedangkan porsi EF burung jantan tetap.

Pengurangan EF menjadi tidak terlalu masalah ketika burung mendapat asupan BirdMature, karena kebutuhan nutrisinya tetap terjaga, terutama vitamin dan mineral.

Piyikan menjadi tanda awal keberhasilan


Setelah induk jantan dan betina kawin, maka induk jantan yang bagus biasanya akan membantu membuat sarang. Dia akan masuk dalam sarang dan memanggil burung betinanya untuk segera menata sarangnya.

Induk betina akan bertelur dengan jumlah sekitar 3 butir, yang akan dierami selama 14 hari. Pengeraman hanya dilakukan burung betina, sedangkan burung jantan hanya berjaga-jaga di sekitar sarang.

Anakan / piyikan yang menetas, apalagi selamat sampai umur jual, merupakan tanda-tanda awal keberhasilan dalam penangkaran kacer. Sebab problem utama dalam penangkaran kacer justru terletak pada proses penjodohan dan keselamatan telur selama dierami induknya.

Anakan / piyikan menjadi tanda awal keberhasilan penangkaran kacer.

Setelah telur menetas, selanjutnya terserah Anda, apakah mau diasuh sepenuhnya oleh induk betina dan induk jantan. Atau dipanen pada umur 10 hari, untuk diloloh perawat atau pemilik penangkaran. Untuk perawatan anakan dan pelolohan piyikan, silakan buka kembali artikelnya di sini.

Itulah sekelumit panduan penangkaran burung kacer untuk penangkar pemula maupun calon penangkar. Semoga gambaran di atas bisa menguatkan mental Anda, sekaligus membekali Anda meski hanya sedikit.

Semoga bermanfaat.
sumber dari Om Kicau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label