Selasa, 19 Februari 2013

Tips Budidaya Ikan Haruan

Tips Budidaya Ikan Haruan


Umumnya orang Banjarmasin sangat menyukai ikan Haruan (Channa striata) atau Gabus atau Snake Head Fish yang biasanya dijadikan sebagai lauk pada makan nasi atau Katupat Kandangan (makanan khas Kalsel). Bagi orang Banjarmasin ikan Haruan di Banjarmasin memang berbeda rasanya dibandingkan ikan Haruan yang berasal dari luar Kalsel. Ikan Haruan banyak ditemukan di rawa-rawa daerah pedalaman, hidup di dasar perairan yang dangkal, bersifat carnivor (pemakan hewan kecil, seperti katak dan ikan-ikan kecil). Ikan haruan bersifat musiman, memijah pada musim hujan dari Bulan Oktober hingga Desember.


Di Kalsel, ikan haruan hidup di air rawa-rawa yang masam dan menyukai air yang tergenang. Penyebarannya meliputi Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Cina, India, Sri Lanka, dan Indonesia (Jawa, Sulawesi, Bangka, Bali, Lombok, Madura, Flores, Ambon, dan Kalimantan)

Kebanyakan ikan Haruan didapat dengan jalan dipancing atau hasil tangkapan (bukan budidaya). Ternyata ikan inipun gampang dibudidayakan. Ikan ini dapat hidup dengan baik walau dengan air yang kotor, karena ikan ini memiliki labirin seperti juga ikan lele, yang memungkinkan ikan dapat bernapas langsung dari udara. Jantan dan betina ikan Haruan bisa dibedakan dengan cara melihat ciri tubuhnya, jantan berkepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening, betina berkepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur.

Pemijahan dapat dilakukan pada kolam atau bak besar dengan kedalaman air 50 cm, Induk jantan sebaiknya berukuran besar mencapai 1 kg, beri eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak karena ikan ini suka bersembunyi, jumlah induk ikan jantan dan betina sama banyaknya. Seekor induk betina bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir.

Anakan Haruan bisa diberi makan pelet yang dihaluskan, sesekali diberi telur/anak semut serangga (rangrang), setelah agak besar bisa diberi pelet yang berukuran kecil.

Cara lain yang sering saya lakukan adalah menangkap anakan haruan dengan jala (tangguk), kemudian dibesarkan dalam aquarium dengan makanan pelet dan telur semut serangga, setelah sebesar jari kelingking bisa dipindahkan ke jala terapung di sungai atau di kolam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label