Tampilkan postingan dengan label Budi Daya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budi Daya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

TIPS BAGAIMANA BUDIDAYA KROTO

Kroto adalah telur rangrang berwarna putih memanjang berujud seperti butir nasi yang dijadikan makanan burung berkicau paling dicari oleh penggemar burung kicauan. Namun nahasnya, semakin hari jumplah pasokan kroto dipasar mengalami kelangkaan yang membuat harga satu kilogramnya bisa mencapai Rp 100.000. Karena keadaan tersebut, situs tips wisata murah membaca adanya peluang usaha yang bisa dimanfaatkan, Dan ternyata memang benar, karena dibeberapa tempat sudah ada orang yang berternak kroto dengan cara mudah tapi penghasilan melimpah. Adapun cara yang mereka pakai seperti kami tuturkan dibawah ini.

Cari sarang ratu semut rangrang ( bahasa jawane semut krangkang) potong cabang tempat semut bersarang Taruh di toples atau ember atau pada batang pohon baru yang dikehendaki Biarkan dia merasa nyaman ditempat barunya Taruhlah yang berbau manis atau bangkai serangga ditempat yang baru tersebut. Bisa juga bekas tulang ayam yang habis kita makan. Atau binatang reptil seperti cacing dan seterusnya.

Sekedar Informasi tambahan tentang budidaya kroto
Ratu semut berukuran paling besar dan biasanya bersarang di sarang pusat, yang konon menurut catatan yang dijumpai situs tips wisata murah menyatakan, jumlahnya bisa mencapai 2-6 ekor per koloni.. Selain itu ada sarang telur, dan sarang satelit yang secara rinci bisa anda baca di www krotosemut.com. Supaya pasukan semut merah itu mau bekerja dengan hasil maksimal. Servis dari peternak seperti tips diatas wajib diperhatikan. Terutama jangan lupa setiap hari memberi cairan manis disekitar tempat sarang lava

Semut merah penghasil kroto yang produktif. setiap 10 hari bisa menghasilkan hingga 1 kg kroto baru. Sekarang kalau anda pngin mendapat hasil yang melimpah, tinggal menambah sarang dengan ratu semutnya ditempat tempat lain, yang menurut anda bisa dimanfaatkan untuk ternak kroto tanpa terganggu oleh binatang ternak seperti ayam kampung misalnya, dan semua aktifitas yang bisa membuat tidak nyaman ratu semut dan koloninya. Kalau hal tersebut mampu anda kerjakan. semoga berhasil dengan cara mudah budidaya kroto ini.

Demikan artikel singkat cara mudah budidaya kroto. Semoga bermanfaat.

Senin, 01 April 2013

BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Budidaya rumput laut merupakan salah satu komoditas dengan nilai ekonomis yang tinggi, yang mana komoditas tersebut masuk pada kategori komoditas perikanan. Budidaya ini pada umumnya dilakukan oleh nelayan atau warga pesisir pantai karena pada tahap pengembangan memerlukan kerja sama yang komplek antara unsur-unsur sub sistem.


Rumput laut merupakan salah satu jenis ganggang yang mudah ditemui di perairan Indonesia. Dalam pengembangan pertumbuhannya sangat membutuhkan sinar matahari untuk melakukan proses photosynthesa, maka dari itu rumput laut biasanya tumbuh di perairan dangkal yang masih dapat terjangkau oleh sinar matahari.

Untuk melakukan budidaya rumput laut, anda harus memperhatikan beberapa faktor teknis dan faktor non-teknis.

Faktor teknis :
1. Kelayakan lokasi pengembangan, meliputi : aman dari terjangan ombak yang besar, mudah di jangkau saat melakukan proses produksi hingga proses pemasaran hasil dan tersedianya bahan pendukung yang dibutuhkan saat pengembangan budidaya tersebut.
2. Temperatur dan sanitasi lokasi produksi, temperatur air rata-rata bekisar antara 25-30°C sedangkan untuk sanitasi air sangat bergantung pada sumber air tawar disekitar lokasi dan faktor penguapan.
3. Gerakan air atau ombak, ombak yang besar dapat merusak ekosistem ganggang sehingga akan sangat mengganggu perkembangan budidaya rumput laut tersebut.

Faktor non-teknis :
1. Pemilihan bibit, bibit yang baik merupakan langkah awal yang harus diperhatikan. Ciri-ciri bibit yang baik adalah harus muda, bersih dan segar. Bibit sebaiknya dipilih dari stek ujung tanaman yang masih muda dan unggul dari tanaman rumput laut.
2. Metode penanaman, ada 3 metode penanaman yang harus diketahui diantaranya adalah metode tali gantung, metode lepas dasar serta metode rakit apung.
3. Tahap pemeliharaan, memelihara ganggang atau rumput laut harus rutin melakukan peninjauan terhadap sarana dan prasarana budidaya.
4. Tahap pemupukan, tahapan yang satu ini harus dilakukan jika budidaya rumput laut tersebut dilakukan di tambak.
5. Tahap panen, rumput laut dapat dipanen bila sudah masuk umur 5 sampai 8 minggu setelah mencapai 800 gram per ikatan. Cara memanennya pun dapat dilakukan saat air surut maupun air pasang.

Label