Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Mengenal Puring Anting Raja dan Kelabang

Unik di Bentuk Daun 
Julukan daun sejuta warna, memang layak dipegang oleh puring. Sebab, tanaman yang berbatang keras ini punya kombinasi warna yang beragam, mulai dari hijau, merah, hitam, kuning jadi kombinasi semua warna yang ada. Selain warna, bentuk daun juga jadi daya tarik sendiri bagi tanaman yang sebelumnya dikenal sebagai bunga kuburan ini.

Puring termasuk dalam keluarga Euphorbiaceae yang mempunyai struktur berbatang keras, berdaun tebal, dan mempunyai warna beragam antara daun tua dan muda. Bentuknya mudah dijumpai, dengan ciri khas dari batang yang berwarna coklat dan warna yang tak merata di permukaan daun.

Puring sendiri memang di Indonesia banyak dimanfaatkan untuk tanaman pagar maupun penghias kuburan. Tapi itu dulu, sekarang puring sudah naik kelas jadi tanaman hias yang mempunyai kapasitas cukup besar masuk di jajaran tanaman mahal. Terlebih, warna yang jadi simbol tanaman hias sudah dimiliki dan muncul di permukaan daunnya.

Selain warna, karakter daun puring juga menyimpan keindahan yang pantas dilirik, terutama dari luas permukaan daun. Selain itu, gerakan daun juga memberikan satu gambaran yang cukup menakjubkan, seperti jenis puring apel yang mempunyai gerakan daun membulat. Kemudian puring kura-kura yang mempunyai struktur daun berlekuk mirip tempurung kura-kura.
Kali ini Tabloid Gallery akan memberikan alternatif jenis puring yang mempunyai gerakan daun menarik dan ekstrim, dimana bentuk daun mempunyai bagian lain yang menggantung dan di ujung gantungan muncul permukaan daun baru dengan bentuk membulat. Ada dua jenis spesies puring yang mempunyai karakter serupa – tapi tak sama – yaitu puring anting raja dan puring kelabang.

Puring Anting Raja

Nama anting raja diambil, karena struktur tanamannya mempunyai daun yang terputus dan mengeluarkan juntaian dengan ujung yang membentuk daun. Sepintas, memang mirip dengan anting yang menggantung di telinga. Sedang nama raja diambil berdasarkan munculnya karakter warna yang sangat beragam. 

Karakter daun dari anting raja mempunyai struktur lebar daun yang tipis – memanjang – tanpa lekukan di tepi daun. Lebar daun mempunyai ukuran sekitar 2 cm dan panjang sekitar 5-7 cm. Di ujung daun bagian bawah, akan muncul tulang daun baru yang mengarah ke bawah sebagai anting. Di ujungnya kemudian keluar daun baru yang berbentuk kerucut, dengan pusat juluran anting.

Dari warna puring, tetap menyimpan misteri yang menarik, dimana akan terjadi metamorfosis antara daun baru dan daun tua. Pada anting raja, daun baru yang muncul berwarna hijau muda. Tak ada gradasi warna lain, khusus untuk daun muda dan warna ini terus bertahan hingga daun mulai tua.

Di daun tua, warna yang muncul akan sedikit kehitaman dengan beberapa titik warna hitam yang muncul di tulang daun dan tepi daun. Beberapa karakter warna kuning, juga muncul berdampingan dengan tulang daun, sehingga di daun tua akan muncul tiga warna, yaitu hijau, hitam, dan kuning.

Selain itu, bagian bawah daun punya warna yang tak kalah menarik, yaitu mengeluarkan bintik coklat dari dominan warna hijau. Jadi jangan heran, bila warga Jember menyebutnya sebagi tanaman ngejreng alias raja warna yang beranting. Harga jual cukup terjangkau, yaitu berkisar di angka Rp 80 ribu untuk setiap potnya.

Puring Kelabang

Meski mempunyai nama yang berbeda – tapi karakter daun sama – yaitu mempunyai tulang daun yang menjulur dan muncul daun kembali di ujungnya. Pola tumbuh dari satu cabang memang tak jauh berbeda, tapi di bagian seperti daun, warna, dan karakter berbeda. Jenis ini diberi nama kelabang, karena struktur daun melingkar seperti kelabang yang sedang tidur.

Dilihat mulai dari bentuk daun, puring ini punya bentuk yang tak lazim, yaitu memutar seperti sebuah mata bor. Di situ, lekukan akan habis di ¾ bagian panjang tulang daun dan selanjutnya hanya menyisakan tulang daun. Kemudian di bagian ujung, muncul kembali daun yang mempunyai karekter sama, yaitu melingkar. Menurut Suhaimi, bila dilihat dari kejauhan bentuk puring sama sekali tak menarik, karena akan bergerombol dan tak membentuk satu pola apapun.

Lingkaran daun cukup lebar bila daun ditarik garis lurus, dimana bisa mencapai 3-4 cm lebih lebar dari anting raja yang hanya 2 cm. Karena bentuknya melingkar, maka panjang daun hanya berkisar 4-5 cm. Padahal permukaannya, bisa lebih dari 10 cm bila bergerak lurus.

Warna yang muncul beragam – baik di daun muda maupun tua – tidak satu warna seperti jenis anting raja. Daun barunya didominasi warna merah muda dengan bintik hijau di bagian tengah daun. Warna ini akan makin gelap saat daun jadi tua, dimana merah muda akan jadi merah tua dan warna hijau berubah jadi hitam.

Perawatannya memang tidak ada yang berbeda dengan tanaman puring lainnya, yaitu senang dengan sinar matahari dan membutuhkan unsur Phospor (P) lebih besar untuk meningkatkan kualitas warna. Namun untuk kelabang – semakin mendapatkan sinar lekukan – daun jadi lebih tajam.

Tapi perlu diingat, kalau di daerah panas seperti perkotaan, sinar matahari akan terlalu keras bagi puring. Di situ akibat terlalu panas, sinar yang didapat warna yang muncul bukan semakin cerah, bahkan sebaliknya, dimana warna jadi pudar. Jadi bila di daerah perkotaan, sebaiknya lindungi dengan shading net untuk ukuran 25%.

CIRI-CIRI TANAMAN ANTHURIUM SIRIH

Dari banyaknya spesies dari Anthurium. Anthurium Sirih merupakan jenis spesies yang cukup unik dibandingkan dengan jenis Anthurium lainnya. Berikut ini merupakan ciri-ciri Anthurium Sirih:


1. Bentuk daun menyerupai pohon sirih. Dinamai Anthurium Sirih sudah pasti karena ada kemiripan dengan tanaman sirih. Namun kondisi daunnya lebar dan berkarakter.

2. Mempunyai susunan daun yang rose set. Anthurium sirih mempunyai susunan daun yang melingkar rapi. Namun kondisi stang daunnya cenderung panjang. Dari batang hingga ujung daun terdapat bulu-bulu halus yang tidak ditemukan pada tanaman sirih.

3. Daun tebal dan urat daun menonjol. Anthurium Sirih yang masih mempunyai gen baik akan terlihat berdaun tebal dan dipenuhi urat daun yang menonjol. Pastikan pada saat membeli perhatikan faktor ini. Maklum harganya masih tergolong mahal.

4. Struktur akarnya sederhana. Pada umumnya struktur akar Anthurium biasanya sangat banyak dan kekar. namun untuk jenis Anthurium Sirih, kondisi akar sedikit dan tidak menunjukkan keindahan yang baik. Memang bagian akar ini yang menjadikan sisi kekurangan Anthurium Sirih dibandingkan dengan jenis Anthurium lainnya.

MENGENAL GAYA TANAMAN BONSAI



Gaya atau style tanaman bonsai bermacam-macam, ada puluhan macam gaya bonsai yang diterapkan oleh hobis, namun dari berbagai macam gaya atau style bonsai ini maka kita kelompokkan saja menjadi lima gaya dasar dalam bahasa jepang yang terdiri dari :
  • Chokkan - tegak lurus, formal upright
  • Tachiki - tegak, informal upright
  • Shakan - miring, slanting
  • Han kengai - setengah menggantung, semi cascading
  • Kengai - menggantung seperti air terjun, cascading

Semakin lama gaya bonsai ini semakin berkembang sebanding dengan banyaknya penggemar diseluruh dunia, bahkan gaya dalam dunia bonsai sekarang sudah tidak terhitung lagi. Sebagai contoh ada pada batang bonsai dipadu dengan ukiran ular naga, gaya melingkar, akar-akarnya terlihat, sebagian batangnya mati/dikerok, dahan bagian atas mati, mengelompok seperti hutan dan banyak lagi contoh lain. Tetapi berkembangnya gaya atau style bonsai ini tidak terlepas dari lima gaya dasar diatas.

Cara Mendapatkan Bakal Bonsai

Berbagai macam cara apabila kita ingin mendapatkan bakalan bonsai. Kadang tanpa disengaja dengan mudah kita mendapatkannya. Terkadang kita sudah meluangkan waktu hanya untuk mencari dan berburu bakalan bonsai namun tidak mendapatkan bakalan bonsai yang kita inginkan. Kalau sudah begitu maka kita harus belajar dan mencari akal bagaimana caranya memperbanyak tanaman, memperbanyak dan memperoleh anakan atau bakalan bonsai :

Persemaian dari biji ; sawo, jeruk lingkit dewa daru, nam nam, dll, persemaian dari biji membutuhkan kesabaran dan butuh waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun. Perbanyakan dari biji keununggulannya adalah dari gaya atau style yang kita rencanakan dari kecil.

Cangkok, stek, okulasi ; memperbanyak dengan cara mencangkok, stek, okulasi. Perbanyak dengan cara dapat dilakukan terhadap semua pohon atau tanaman yang memenuhi syarat bonsai lihat posting (bagaimama cara memperbanyak tanaman dengan cara mencangkok, okulasi stek)

Anakan dari akar ; mengambil anakan dari akar ini sangat mudah dilakukan, anakan akan tumbuh disekitar tanaman induknya, tumbuh dari akarnya (Ranting putri, tanaman sisir)

Dari alam ; kebanyakan jenis ficus dapat ditemukan menempel dipohon lain (diats pohon kelapa, kelapa sawit, pohon yang sebagian mati) menempel diatas bangunan tua, tumbuh dipinggiran sungai (Sepang), batu-batu karang, Keunggulan bakalan dari alam ini adalah bentuknya yg sudah terbentuk oleh alam (karena tiupan angin, kerdil karena kurang makanan)

Selasa, 02 April 2013

Pesona Keindahan Bunga Lampion

Namanya jelas mengingatkan kita dengan pesta malam hari yang dihiasi oleh lampu yang menggantung dan terbungkus kertas. Kesan yang sama juga muncul saat melihat pertama kali bunga lampion yang tumbuh menggantung dan mempunyai bakal bunga berbentuk bulat ini.
Pemberian nama bunga sesuai dengan karakter memang banyak dilakukan, seperti bunga terompet yang bentuknya mirip dengan alat musik tiup. Kemudian ada juga bunga matahari yang mempunyai struktur besar dan berwarna kuning laiknya matahari. Ada juga bunga bangkai yang didasarkan punya bau busuk saat kelopak mekar.
Dari sini, akhirnya karakter bunga yang berwarna merah dan putih ini disebut sebagai bunga lampion. Lihat saja dari penempatan pot yang harus digantung, sudah menandakan bahwa bunga yang muncul akan menghadap ke bawah, sehingga posisi bunga akan terlihat menggantung bak lampion yang dipasang menggantung di teras rumah.

Selanjutnya yang memperkuat ciri dari lampu yang dikenal dari negeri China ini adalah bentuk bakal bunga yang membulat. Bulatan yang kemudian akan jadi bunga ini muncul di ujung tangkai dan menjuntai ke bawah. Bentuknya sepintas bakal daun ini sangat mirip dengan jenis tanaman ceplukan yang sering dijumpai di areal pesawahan. Hanya volumenya jauh lebih besar.

Bentuk menjuntai dengan satu bulatan besar yang nantinya memunculkan bunga yang putih, menjadikan bunga ini dikenal dengan sebutan bunga lampion. Meski tak mengeluarkan cahaya saat malam hari, tapi pesona tanaman yang tak begitu menyukai panas ini, membuat mata tertegun melihat keindahannya.

Kombinasi Merah-Putih
Kekuatan dari bunga ini memang dari warna merah solid dan putih bersih yang jadi satu di kelopak. Kombinasi ini jarang dimiliki oleh tanaman bunga lain. Terlebih dengan bentuk yang menggantung, membuat penikmat tanaman tak perlu repot untuk menunduk demi menikmatinya.

Saat hendak mekar, bakal bunga lampion ini akan membentuk bulatan merah mirip seperti buah yang menjulur ke bawah. Saat mekar, bulatan merah itu akan pecah dan di dalamnya akan muncul lembaran putih yang nantinya jadi bunga. Sementara bulatan merah ini kemudian melingkar ke arah atas, menjadikannya seperti pucuk yang sedang mekar. Sementara lembaran putih yang keluar mirip dengan helaian kain putih dan bersih.

Bila sudah muncul secara penuh, bentuk bunga memperlihatkan paduan warna yang eksotik, dimana bulatan merah mengisi di bagian atas dengan bentuk yang masih membulat, meski terlihat beberapa celah yang muncul. Sementara bagian bawahnya berpadu dengan warna putih yang mempunyai gerakan seperti lembaran kain yang menjuntai ke bawah.

Tak berhenti disitu, karena keindahan lain muncul dari tengah juntaian kelopak putih. Dari situ, muncul benang-benang berwarna merah yang jadi tempat keluarnya serbuk sari. Kombinasi bunga ini yang jadi satu kekuatan terbesar bagi penghobi untuk memilikinya sebagai koleksi.
Waktu mekar, bunga ini mampu mempertahankan struktur hingga satu minggu penuh. Jadi bunga mulai mekar hingga kembali layu, bisa dinikmati lebih lama. Bahkan bisa bertahan selama berbulan-bulan, bunga terus mekar secara bergantian, sehingga tak ada jeda bunga lampion menerangi rumah Anda.

Selain dari bunga struktur, tanaman ini juga memberikan pesona yang tak kalah menarik. Meski lebih dominan pada bunga, tapi struktur batang yang berwarna merah dan daun yang berbulu, membuatnya serasi dengan warna bunga. Apalagi bila diletakkan dalam pot gantung yang mempunyai desain klasik.

Humus Bambu dan Phospor
Untuk menghasilkan bunga lampion yang terus berbunga dan bisa bertahan lama, media dan perawatan memegang peranan vital. Untuk menghasilkan bunga yang baik, maka nutrisi harus lengkap, terutama untuk unsur makro NPK. Bila ingin mendapatkan bunga yang maksimal, tentu phospor (P) jadi pupuk yang mendapatkan porsi paling besar.

Zat tersebut akan memberikan rangsangan dan pertumbuhan lebih untuk proses generatif, yaitu pembentukan bunga. Untuk bentuk pupuk yang digunakan bisa beragam, tapi yang harus diperhitungkan adalah takaran pakai. Sebab, sangat tak benar memberikan pupuk secara berlebih untuk mempercepat pertumbuhan. Hasilnya tanaman bisa mati, karena over dosis

Altreatif pupuk organik tentu memberikan campuran media dengan menggunakan humus. Di sini, untuk bunga lampion akar pakis bisa dikombinasikan dengan humus bambu dengan perbandingan pakis 3 bagian dan humus 2 bagian. Jenisnya beragam, tapi humus bambu dinilai paling baik, karena mengandung phospor paling besar dibandingkan tanaman lainnnya.
Perawatannya mudah, karena tanaman ini bisa menyesuikan diri, baik di tempat bersuhu dingin maupun bersuhu hangat. Namun yang harus diperhatikan ada penyiraman, karena dengan posisi yang ada di atas, maka kontrol media tanam jauh lebih sulit, sehingga penting untuk memberikan jadwal rutin untuk penyiraman antara 1-2 kali dalam satu harinya.

Serap Debu

Penempatan bunga lampion di depan rumah selain memperindah dekorasi, juga bisa untuk menyerap dan menahan debu saat masuk dalam ruangan. Fungsi ini dimiliki dari struktur daun yang berbulu (trikoma). Bulu yang muncul tersebut mempunyai sifat yang lengket, sehingga akan menjebak debu yang melewatinya.

Bagi Anda yang mempunyai lokasi rumah di daerah berdebu seperti kawasan industri, tepi jalan atau di lokasi proyek, tanaman ini disarankan untuk dimiliki. Selain bunga lampion, ada beberapa tanaman lain yang punya kemampuan sama, yaitu trengguli, johar, dan flamboyan.

MODEL GAYA TANAMAN BONSAI


Tentukan Kualitas Hasil Jadi
Keindahan bonsai memang dilihat dari harmonisasi antara akar batang cabang, daun hingga keluarnya bunga pada jenis tertentu. Dari unsur yang akan membantuk satu keindahan yang harus diperhatikan dan menjadi satu syarat penting adalah arah gerakan dari bonsai. Sebab arah gerakan akan menentukan tema apa yang harus kita ambil untuk pertumbuhan selanjutnya.

Kualitas bonsai secara keseluruhan memang dilihat dari empat unsur yaitu gerak dasar, keserasian, kematangan dan terakhir adalah penjiwaan. Dari keempat unsur ini gerak dasar akan menempati posisi pertama sebagai dasar dari pembentukan bonsai. Sebab garak dasar bisa diibaratkan sebagai karater asli dari satu tanaman.

Meski gerak dasar merupakan kombinasi antara akar batang cabang, dan daun tapi juga ikut menilai dari model dan gaya bonsai yang terbentuk. Disitu akan banyak sekali kreasi yang muncul apalagi bila didukung dengan bakalan yang berkualitas tinggi. Sebab bagaimana pun arah gerakan bonsai akan mengikuti dari bakalan. Langkah ini diambil untuk menghindari adanya gerakan yang saling bertolak belakang dimana akhirnya akan mengurangi komposisi keindahan bonsai.

Ditingkat seniman bonsai memang tidak ada pakem pasti tentang gaya bonsai termasuk arah gerakan yang di inginkan. Sebab sebagai produk seni tentu akan menyesuaikan dengan aspirasi sang empu yang tentu berbeda satu dengan lainnya. Pengaruh terbesar selain dari psikologis masing masing penghobi juga dari jenis tanaman yang dimiliki.

Namun secara umum ada beberapa model dan gaya bonsai yang menjadi dasar pergerakan. Meski sebagai dasar namun kreasi selanjutnya tentu tidak akan sama satu dengan lainnya. Sebab dari setiap bakalan membawa satu kreasi tersendiri. “Saat mencari bakalan, disana pebonsai harus sudah menentukan konsep apa dan gerakan mana yang akan dipilih,” aku Bambang Hermawan pebonsai asal Sidoarjo ini.

Memang diakui bahwa bakalan yang didapat seluruhnya berasal dari alam sehingga pebonsai sangat sulit untuk mencari bentuk yang di inginkan. Dari sulitnya mendapatkan bakalan yang sesuai dengan keinginan maka dituntut satu kepekaan untuk menentukan arah gerakan dari bakalan yang dimiliki.

Resiko Gaya Mengantung 
Sebagai contoh untuk gaya turun/menggantung (cascade) sangat sulit di cari di alam sebab secara alami tanaman akan mengejar matahari dengan tumbuh keatas bukan menggantung. Darisitu untuk model gerakan menggantung harus mendapatkan bakalan yang sesuai dan itu biasanya berada di daerah tebing.

Kesultiannya adalah saat menginginkan gaya cascade namun tidak ada bakalan yang di miliki. Tentu solusinya adalah dengan melakukan kreasi dari bentuk asli menjadi bonsai yang bergaya menggantung. “Beberapa jenis bakalan bisa dilakukan proses penarikan batang namun hanya jenis tertentu saja,” imbuh Bambang. Jenis yang paling mudah untuk di tekuk biasanya dari jenis cemara seperti cemara duri yang masih lentur meski sudah berusia puluhan tahun.

Sebab untuk jenis ini punya kambium yang bisa diputar melingkar tanpa merusak peredaran nutrisi didalamnya. Selain itu jenis kawista juga punya struktur batang dan cabang yang lebih lentur. Namun untuk jenis lainnya jangan coba-coba untuk melakukannya sebab bila cabang patah maka pertumbuhan keatas seluruhnya akan mati antara lain untuk jenis sentigi.

Untuk pembentukan pada gaya cascade disitu top mahkota (kepala) tidak boleh lebih dari bibir pot untuk setengah menggantung. Namun untuk menggantung penuh maka kepala harus lebih dari bibir pot. Proses pengolahan yang harus disesuaikan untuk gaya ini adalah membuat cabang dan ranting untuk menyesuaikan dengan karakter batang yang menurun.

Gaya Tegak Lebih Aman

Gaya lain yang juga banyak diambil adalah bentuk yang lurus naik/tegak (bunjin). Gaya ini paling banyak diambil sebab akan menyesuaikan dnegan pertumbuhan tanaman yang mencari sinar matahari. Selain itu kreasi tekuk batang lewat proses pengkawatan (wiring) juga lebih sedikit.

Untuk gaya bunjin ini memang punya bentuk yang cukup ramah dimata atau familiar. Sebab gerakan yang keluar hampir sama dengan bentuk kecil dari pohon beringin dan tentunya makin mudah di mengerti tentu pasar yang diambil akan jauh lebih banyak

Dari gaya keatas ini yang harus diperhatikan adalah arah percabangan dari ranting dimana penentuan kepala harus tepat. Sebab semakin keatas jarak antar cabang semakin rapat sehingga harus ada konsep arah yang tepat terutama untuk bagian ranting. “Salah pada proses ranting bisa membuat bentuk kepala bonsai tidak tepat,” imbuh Bambang.
Pembentukan bonsai dengan gaya tegak lurus harus diawali dengan menentukan cabang yang akan digunakan sebagai kepala. Disitu batang yang berada diatasnya harus dipotong. Untuk pemotongan sebaiknya mengarah ke samping atau belakang agar bekas potongan tidak terlihat dari depan.

Gaya Miring Tampak Natural
Gaya lain yang juga banyak disukai adalah gaya miring. Untuk gerakan ini memang cukup digemari karena akan mengesankan tanaman ini tumbuh alami seperti halnya pohon yang hidup di lereng atau lahan yang miring.

Untuk menggarap teknik miring syaratnya bonsai harus mempunyai pangkal batang yang lebih besar dari pada pucuk batang. Ini diambil untuk memberikan kesan kuat untuk menahan posisi pohon. Bila pohon miring ke kanan berarti akar harus menjalar lebih kuat kearah kiri. Begitu juga sebaliknya untuk keseimbangan antar akar dan batang.

Untuk arah pertumbuhan cabang sendiri masih sama seperti halnya gaya bunjin namun untuk cabang dan ranting bonsai yang miring ke kanan harus lebih besar dibandingkan dengan bagian yang kiri. Begitu juga sebaliknya untuk mempertegas kesan miring pada batang dan keseimbangan pohon dengan akarnya
.
Pembentukan untuk gaya miring sendiri bisa dibuat dengan pengkawatan pada batang dan ditarik untuk merubah arah tumbuh kesamping. Dari proses ini maka secara perlahan batang akan tumbuh miring dengan sendirinya. Untuk cabang yang tidak diinginkan sebaiknya dibuang. Arah percabangan lebih baik bila di sejajarkan dengan permukaan tanah 

“Pada gaya miring ini juga bisa dikombinasikan dengan gaya tertiup angin dimana cabang dan ranting juga mengikuti arah batang untuk mengesankan tanaman sedang tertiup angin,” pungkas Bambang.

Tips Bakalan Bonsai Anting Putri

Bakalan Bonsai Anting Putri
Tanaman Anting Putri, akhir-akhir ini mulai banyak dilirik untuk dijadikan bonsai bagi sebagian penggemar bonsai. Jenis tanaman ini sudah pernah saya posting sebelumnya, sangat bandel, tahan terhadap penyakit, kutu-kutuan, serangga dan perlu di ingat mudah sekali diperbanyak, bisa dari stek ujungnya, atau perbanyakan dari akar.

Berdasarkan pengalaman sudah kurang lebih dari 15 tahun meliharanya dan merawatnya, perbanyakan dari akar yang saya pilih, dengan memisahkan anakan dari pot utama, lalu ditanam dipekarangan. Perlakuan ini sangat mudah, kita biarkan saja tumbuh di halaman sambil sesekali di pangkas, maka bakalan bonsai Anting Putri akan kita dapatkan dengan mudah. Empat sampai lima tahun kita biarkan di halaman akan mendapat bakalan yang mempunyai diameter lumayan besar.

Pemeliharaan anakan yang kita pisahkan dari dalam pot dan di tanam d ihalaman tidak memerlukan perawatan khusus, sesekali kita pangkas, pilih cabang yang nantinya akan kita jadi sebagai cabang utama. Hanya kekurangan dari bakalan yang kita tanam di halaman rumah adalah bekas potongan dahan cukup lama hilang atau untuk kembali semula. Namun hal itu bisa kita manipulasi dengan meletakkan bekas sayatan atau potongan pada bagian belakang, atau dengan membuat Urok istilah Jepangnya lobang pohon yang kelihatan seperti dimakan usia.

Bau harum bunga yang khas dari tanaman ini, kelopak berwarna putih kecil, tanaman yang sehat akan selalu tumbuh bunga. Untuk membuat Mame Bonsai Anting Putri tidak lah terlalu sulit namun juga tidak mudah, perlu perlakuan khusus. Pot yang kecil dengan media yang sedikit akan menyulitkan tanaman ini tumbuh sehat. Dengan pot yang berukuran mini ditambah tatakan air, Anting Putri akan lebih manis dilihat.

BAGAIMANA CARA MEMBUAT BONSAI

Untuk membuat bonsai yang indah dan artistik diperlukan cita rasa seni yang tinggi, mengapa dikatakan demikian karena bonsai juga merupakan barang seni yang hidup. Untuk membuat bonsai yang indah memerlukan waktu yang cukup lama bahkan di training bertahun-tahun. Bonsai juga membutuhkan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan dan perawatan yang asala-asalan akan menjadikan bonsai yang awalnya indah dan cantik akan berubah menjadi merana dan mati. Berbeda dengan barang seni yang lain yang tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Bonsai juga membutuhkan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan dan perawatan yang asala-asalan akan menjadikan bonsai yang awalnya indah dan cantik akan berubah menjadi merana dan mati. Disitulah letak kelebihan dari bonsai dengan barang seni yang lain. Ada bermacam-macam langkah dalam membuat bonsai yang indah ;

Pengerdilan

Tempat penanaman yang memeliki sedikit media ;Karena ditanam ditempat yang kecil d idalam pot, dalam lobang (rongga) batu karang, media tanam juga sedikit dan terbatas menyebabkan tanaman tidak banyak mendapatkan makanan atau unsur hara dan dengan sendirinya tanaman menjadi lambat berkembang dan tumbuh. Media tanam yang sedikit menyebabkan terbatasnya sumber makanan ini juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil.

Pembuangan dan pemotongan tunas-tunas baru gunanya adalah untuk penyempurnaan bentuk dan mempercepat penuaan cabang sebelumnya. Tunas baru juga dapat dipertahankan untuk penyempurnaan bentuk yang kita inginkan. Bila tunas baru dibiarkan kemungkinan besar tanaman akan menjdi rimbun dan lama kelamaan akan kehilangan bentuk yang semula. Selain itu juga tunas baru akan cepat memanjang dan membesar tetapi lemah.

Penggantian media tanam dan mengurangi akar ; penggantian media dan pengurangan akar dilakukan pada waktu-waktu tertentu gunanya adalah untuk menghambat pertumbuhan dahan, ranting dan daun. Perlakuan ini misalnya dilakukan 1 x dalam setahun, namun ada juga mempercepat penggantian media dan pengurangan akar apabila kita lihat tanaman mulai kekurangan makanan dan banyak makin banyaknya akar yang melingkar didalam pot, hal ini bisa kita lihat dengan adanya perubahan dari tanaman.

Sinar matahari (ultra violet) juga mempengaruhi tumbuh kembangnya tanaman. Sinar ini juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman untuk itu tanaman diletakkan pada tempat yang tepat dan disinari matahari penuh. Tetapi ada juga tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari secara penuh namun tidak banyak jumlahnya.

JENIS TANAMAN YANG BISA DIJADIKAN BONSAI

JENIS TANAMAN YANG BISA DIJADIKAN BONSAI




Di wilayah Indonesia banyak sekali tanamaan yang termasuk dalam klas bonsai dan dapat dijadikan bonsai yang artistik dan tentunya indah. Tanaman-tanaman ini apabila kita pelihara sesuai dengan pemeliharaan bonsai pada umumnya, maka akan didapatkan hasil yang sangat memuaskan, hal ini tentunya memerlukan waktu dan kesabaran bagi pemiliknya.


Jenis pohon diatas memang sangat cocok untuk kita jadikan bonsai, apalagi jenis diatas banyak terdapat diwilayah Indonesia. Mengingat jenis tanaman di Indonesia banyak sekali jenisnya bahkan ratusan jumlahnya, maka untuk itu bagi penggemar atau hobiss disarankan mencari tanaman yang cocok untuk dijadikan bonsai terserah pohon apa saja. Namun perlu diingat bahwa tidak seluruh tanaman atau pohon bisa dijadikan bonsai. Sebagai langkah pertama apabila ingin mencoba, sebaiknya dengan beberapa macan jenis mengingat untuk menjadikan bonsai diperlukan waktu yang cukup lama bahkan butuh beberapa tahun.

CARA MEMBUAT BONSAI POHON BERINGIN

CARA MEMBUAT BONSAI POHON BERINGIN


Ditahun era 80-an, pohon beringin pernah menjadi primadona dikalangan pecinta tanaman hias, termasuk saya, sampai cari-cari dilereng gunung untuk mencari pohon beringin yang bagus.Pohon beringin mempunyai nilai tersendiri karena kelebihannya untuk dibentuk manjadi bonsai yang indah. Bentuk daunnya yang kecil juga memudahkan untuk pembentukkan pola tertentu misalnya bulat seperti yang ada pada gambar disamping. Bagi penghobis yang masih kurang memahami untuk proses pembentukkan bonsai pohon beringin, dibawah ini merupakan cara-cara sederhana yang bisa dilakukan.

1. Tanamlah pohon beringin pada media tanam yang strukturnya padat dan rendah unsur haranya, hal ini dimaksudkan agar tanaman pohon beringin tidak berlebih mandapatkan nutrisi makanan karena jika berlebih maka akan sulit untuk dilakukan proses pembentukkan pada bagian batang.

2. Gunakan kawat stainless kurang lebih berdiameter minimal tiga milimeter. Fungsi kawat yaitu untuk membentuk dahan ke pola tertentu dalam jangka waktu yang tidak terbatas hingga dihasilkan pola yang diinginkan pada saat kawat tersebut dilepas. Cara pemasangan kawat yaitu dengan dililitkan melingkar dari pangkal dahan kearah ujung dahan, hati-hati jangan sampai dahan patah. Proses pelingkaran bisa dibantu menggunakan tang agar hasilnya bisa maksimal. Biasanya setelah kawat dilepas maka pada dahan akan menyisakan bekas lilitan yang menjadikan dahan tersebut unik.


3. Pemupukan: Sering tidak dipahami bahwa pemberian pupuk dasar bukan ditunjukan untuk memacu perkembangan, melainkan demi menjaga kesehatan bonsai. Secara normal, kandungan unsur pupuk bonsai yang biasanya diperlukan yakni nitrogen, fosfor dan potassium.

Nitrogen diperlukan bonsai karena mampu memberikan kesejukan bagi akar sebagai penjaga keseimbangan kadar oksigen di dalam media tanam Sedangkan fosfor berguna sebagai zat senyawa yang dibutuhkan bagi kesehatan perkembangan tanaman dan kegunaan bagi potassium bagi bonsai adalah sebagai pelengkap sinergi antara nitrogen dan fosfor. Selain pupuk juga bisa ditambahkan nutrisi atau vitamin untuk menambah kesehatan tanaman bonsai. Pemberian pupuk sebaiknya diberikan secara bijak agar fungsi utama untuk menjaga nutrisi tanaman cukup namun tidak berlebihan karena jika berlebihan akan mendorong percepatan pertumbuhan pohon beringin yang biasanya diharapkan para penghobis tetap kerdil.

4. Lakukan pemangkasan secara berkala pada daun pohon beringin. Pemangkasan ini akan membuat bentuk bonsai menjadi lebih hidup dan cantik.

OK, selamat mencoba untuk membuat bonsai pohon beringin, bisa juga diaplikasikan untuk beberapa jenis tanaman bonsai yang lainnya. Salam, ilmuflora.

Senin, 01 April 2013

BONSAI POHON ASEM JAWA

Bonsai Asem Jawa ( Asam Jawa )

Bonsai Asem Jawa / Asam Jawa

Berikut ini beberapa gambar bakalan bonsai asem jawa dan bonsai asem jawa yang siap untuk dipamerkan dan dijual. Gambar-gambar bonsai dibawah ini adalah beberapa contoh gambar bonsai asem jawa yang bisa Anda jadikan referensi dalam pembuatan bakalan bonsai asem jawa.

Contoh Kumpulan Gambar Bakalan Bonsai dan Bonsai Asem Jawa

Bonsai Asem Jawa - 2



Bonsai Asem Jawa - 1


BAKALAN BONSAI ASEM


Bakalan Bonsai Asem Jawa - 3



Bakalan Bonsai Asem Jawa - 2



Bakalan Bonsai Asem Jawa - 1

BONSAI POHON JERUK KINGKIT

Bonsai Jeruk Kingkit (Triphasia trifolia)

Bonsai Jeruk Kingkit dan Ciri-ciri jeruk kingkit

Bonsai Jeruk Kingkit (Triphasia trifolia)
Jeruk Kingkit atau tanaman yang menyerupai jeruk pada umumnya namun memiliki ukuran yang kecil berupa daun dan buah yang sangat kecil. Jeruk Kingkit masih banyak dijumpai di daerah Indonesia. Para penggemar bonsai menjadikan tanaman ini sebagai tanaman hias dan tanaman bonsai jeruk kingkit yang memiliki nilai seni dan jual tinggi.

Jeruk kingkit, kingkit, atau jeruk ranti (Triphasia trifolia, syn. T. aurantiola Lour. dan Limonia trifolia Burm.) adalah kerabat dari jeruk (genus Citrus), namun bukanlah jeruk yang sebenarnya. Jeruk ini diperkirakan berasal dari Malesia namun tersebar hingga ke pulau-pulau di Samudra Pasifik.

Contoh Bonsai Jeruk Kingkit

Bentuk tumbuhan berupa semak atau perdu dengan ketinggian hingga 3m. Daunnya majemuk berjari tiga (trifoliata), berwarna hijau tua mengkilap. Mahkota bunganya berwarna putih dengan jumlah tiga, kecil (panjang 10-13mm). Buahnya merah, bertipe hesperidium dengan diameter hingga 1,5 cm.

Bunga dan Buah Jeruk Kingkit

Buah Jeruk Kingkit yang sudah matang

Buah ini dapat dimakan. Serat Centini menyebut putri keraton menggunakan buah jeruk kingkit untuk merawat kuku. Tumbuhannya digunakan sebagai pohon peneduh atau pembatas jalan di Kepulauan Seribu. Selain itu jeruk kingkit juga biasa dibonsai. Buah Triphasia trifoliata berkhasiat sebagai obat batuk dan daunnya untuk obat sakit perut.

Nama-nama lain Jruk Kingkit / Nama lokal Jeruk Kingkit :

Jeruk kingkit dikenal pula sebagai kingkit, limau kiah, limau kunci (bahasa Melayu), kalijage, kingkip (bahasa Sunda), jeruk kingkit (bahasa Jawa), jeruk rante (bahasa Madura), lemo-lemo (bahasa Makassar), lemo-lemo (di Ternate), serta joji koyo (di Tidore).

Contoh Bakalan Bonsai Jeruk Kingkit yang siap menjadi bonsai jeruk kingkit yang memiliki seni tinggi dan jual tinggi

BONSAI POHON BERINGIN

Beringin,,,ya, sebuah spesies tanaman yang telah banyak sekali kita ketahui. Tahukah anda bahwa dalam dunia bonsai, pecinta bonsai yang masih pemula biasanya menyukai beringin sebagai pilihannya. Kenapa ? Menurut mereka, beringin mudah dibentuk dan mudah sekali pertumbuhannya. Pemula menyukai pohon ini karena sifatnya yang bandel dan tidak menuntut lingkungan untuk dia hidup kaya akan hara, tidak rewel dalam pengurusan. Selain itu keunggulan pohon beringin adalah mudahnya ranting dibentuk sedemikian rupa, sesuai kehendak yang membuat.

Namun, tahukah anda bahwa sebetulnya membuat bonsai dari beringin adalah paling sulit ? Alasan ini saya kemukakan karena banyak sekali orang yang menganggap bahwa membuat bonsai dari beringin sangat mudah. Coba anda buat sendiri bonsai beringin yang sesuai kriteria, busyet dah susah banget. Balancing antara tajuk dengan tinggi pohon lah yang biasanya membawa masalah, selain itu kadang juga si beringin ini malas mengeluarkan ranting atau cabang. Jika tanah dalam pot subur, maka akan tumbuh ranting banyak sekali. Namun ketika tanah menjadi subur, daun menjadi membesar dan ini mengakibatkan ketidak sesuaian bentuk bonsai.

Ficus retusa, Ficus Microcarpa, Ficus Benyamina dan Ficus glauca hanya merupakan sebagian kecil pohon dari kelas ficus. Di alam liar masih banyak ficus ficus lain yang masih menunggu sentuhan. Oleh karena itulah, ketika anda mendengar kata kata Ficus, jangan lantas dalam fikiran anda itu membayangkan sebuah pohon beringin. Beringin hanya merupakan salah satu Species saja. 

Untuk jelasnya saya sertakan beberapa Foto foto bonsai dari kelas Ficus.


Keren, angker, membuat mata kita terbelalak takjub. Perakaran yang kokoh menopang penampilan bonsai ini.

Dapatkah anda membayangkan jika pohon ini betul betul besar ? apakah yang akan anda lakukan dibawah pohon tersebut ? Tidurankah ? atau ?

Tangan tangan dan jari jari pohon ini sempurna, nah,,,apakah anda bisa melakukan ini ? Saya yakin jika anda rajin melakukan pemeliharaan yang optimal, hasilnya akan menjadi seperti ini.


Bonsai ini adalah dari kelas Ficus Retusa.


Lihatlah perakaran yang kokoh..


keren…


CIRI-CIRI TANAMAN BONSAI


Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa tanaman tersebut adalah bonsai atau tanaman pendek, kecil, kerdil tapi berumur. Untuk itu kita harus mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu agar kita sebagai pemula yang ingin memeliharanya tidak terkecoh dan tertipu. Untuk itu kita harus mengetahui : ukuran serta gaya (style) bonsai, tanaman apa saja yang termasuk dalam klas bonsai.

Ciri-Ciri Bonsai
Tanaman kecil atau kerdil bentuknya belum tentu dikatakan bonsai. Banyak tenaman kecil dan kerdil yang kita lihat dan ditanam didalam pot tetapi belum tentu dikatakan bonsai. Membuat dan membentuk tanaman untuk dijadikan bonsai membutuhkan waktu yang cukup lama dan membosankan, bahkan perlu waktu bertahun-tahun agar dapat dicapai bentuk yang sempurna. Kadang-kadang awalnya kita menemukan bakal tanaman yang akan kita jadikan bonsai, berbentuk A misalnya, tetapi setelah mencapai umur tertentu dan bertahun-tahun kita pelihara karena ada proses penuaan (training) kita akan merubah bentuknya menjadi B karena bentuk B dirasa lebih cocok dan lebih manis. Pada masa-masa itulah tanaman tersebut dilatakan ditraining. Training gunanya adalah untuk membentuk bonsai yang sesuai dengan selera seni kita. Training (proses penuaan atau pengerdilan dan proporsioanal secara kesuluruan, baik batang, cabang dan daun).

Untuk dikatakan bahwa tanaman kerdil dan kecil didalam pot adalah bonsai, tanaman tersebut harus memenuhi berbagai kriteria atau syarat tertentu antara lain :

Ukuran : Kecil, kecil sekali (mame bonsai) kurang dari 15 cm s/d 10 cm .Membuat atau membentuk bonsai Mame diperlukan ketelitian dan tidak semua jenis tanaman yang termasuk dalam kelas bonsai bisa disajadikan mame. Sedangkurang dari 1 m. Ukuran inilah yang palling banyak diminati oleh kolektor ataupun hobiis, karena ukuran ini paling ideal mudah merawatnya tidak memerlukan tempat yang luas dan masih banyak lagi keunggulan ukuran ini. Besar atau berukuran cukup besar 1 m keatas. Biasanya ukuran besar ini diperoleh dari alam, mencabut bonggolan tanaman. Bonsai ukuran besar memerlukan tempat serta media yang besar pula. Ukuran ini jarang diminati dan orang tertentu saja yang mengkoleksinya.

Bentuk/Style : Coba anda lihat dan amati tanaman yang ada disekitar anda yang cukup besar rimbun daunnya dari kejauhan. Lalu coba bayangkan kalau tanaman atau tumbuhan yang kita lihat ditanam dalam pot dalam ukuran kecil. Pasti akan terbayang alangkah indahnya dan cantiknya tanaman tersebut ada didalam pot dan diletakkan di ruang tamu kita. Nah itulah yang dinamakan bonsai, tanaman kecil atau tanaman yang dikerdilkan tetapi mempunyai bentuk yang sama apabila ditanam dialam bebas.

Umur : Tua atau lanjut usia, berumur belasan tahun, peluhan tahun bahkan ratusan tahun. Bisa kita dapat dari berburu di alam yang sudah cukup tua umurnya ditambah waktu training untuk mencapai bentuk yang mendekati sempurna, ini memerlukan waktu yang tidak terbatas. Ditanamn dari biji mermelukan waktu yang lama agar menjadi bonsai yang bentuknya sempurna.

Bagaimana Cara Membuat Bonsai

Tanaman adalah bagian dari kita, tanaman juga bagian dari kehidupan kita, tanaman mampu membuat seseorang tersihir lalu menjadikannya sebagai sebuah hobi. Hobi bertanam, tentu saja hobinya adalah hal-hal yang berbau dengan tanaman, salah satunya adalah menekuni dan senang dengan tanaman yang bernama bonsai. Bonsai itu apa sih? Bonsai adalah pohon hias yang di buat kerdil atau semak ditanam di nampan kecil dengan bentuk beraneka ragamnya.

Bonsai

Bonsai ini Berasal dari kata Jepang yang berarti “tanam pot” yang tumbuhnya selalu tak lepas dari pemangkasan sehingga semua bagian dari tanaman-bunga, daun, dan batang mampu di bentuk dalam berbagai model dan dalam proporsi. Pohon hias kerdil atau semak ditanam di pot atau nampan dangkal ini memiliki keunikan tersendiri, meskipun ia sudah tumbuh beberapa tahun lamanya, ia tetap saja kecil dan kerdil. Itulah kenapa sebagian orang menjatuhkan hobinya untuk menanam dan merawat pohon bonsai.

Ada Teknik membuat bonsai bagi anda yang masih belum menguasai namun ingin sekali memiliki yaitu Ketika membuat bonsai, cabang yang tidak diperlukan sebagai bagian dari massa dedaunan dapat digunakan untuk membuat bentuk dan model bonsai. Cara membuat pohon bonsai ini memang agak rumit bagi yang masih awam, mungkin sebagian orang sangatlah sulit, yang hanya perlu anda ketahui adalah, jangan pernah menyerah untuk mampu membentuk sebuah bonsai yang indah.

Sebagian orang menggunakan bantuan kawat, kayu atau media bantu lainnya untuk membentuk bonsai sesuai yang mereka inginkan. Tidak semua tanaman bisa dibuat menjadi tanaman bonsai. Tanaman yang bisa dan siap untuk di bonsai hendaklah tanaman yang kuat, mempunyai bentuk indah dauh dan batangnya, mempunyai umur panjang dan siap di perlakukan seperti apapun oleh penikmatnya. Sebut saja tanaman yang tidak manja, itulah tanaman yang bisa di bentuk menjadi tanaman bonsai.

Beberapa contoh tanaman yang bisa di bonsai adalah Bunga azalea, pohon asam kranji, Anting putri, beringin, cemara, cempaka kuning, bahkan pohon delimapun bisa di buat menjadi tanaman bonsai.

Nah.. tidak mungkin kan anda membeli/membuat sendiri bonsai-bonsai tersebut tanpa tau bagaimana cara perawatannya ? seperti tanaman lain, bonsai perlu air ketika musim kering datang, bonsai juga memerlukan pupuk dan disiangi. Anda juga harus memperhatikan gulma yang tumbuh di sekitar bonsai untuk segera dihilangkan, karena kedatangan gulma akan merusak tampilan bonsai.

Nah.. sekarang sudah tahu kan bagaimana bonsai itu dan seperti apa cara merawatnya, silahkan mencoba atau mungkin anda akan membelinya sekarang, selamat bertanam dan mari beersama-sama menuju Go Green.

5 Tips merawat bonsai

5 Tips merawat bonsai

Merawat pohon bonsai membutuhkan banyak kerja dan dedikasi. Bonsai perlu terus-menerus dipangkas dan dijaga.

Berikut adalah beberapa tips merawat pohon bonsai:

1. Bonsai biasanya ditanam dalam pot. Pot perlu diganti setidaknya setahun sekali.
Penggantian pot ditujukan untuk mendorong pertumbuhan akar baru. Pilih pot lebih besar untuk mengakomodasi pertumbuhan bonsai.
Pot harus memiliki lubang yang memungkinkan kelebihan air untuk mengalir keluar dari pot, sehingga akar bonsai tidak terendam air.
2. Bonsai harus disiram secara rutin. 
Jangan siram bonsai terlalu banyak karena hanya akan mengakibatkan tumbuh jamur atau akar busuk.
Tapi di sisi lain, bonsai juga tidak boleh kekeringan. Salah satu metode untuk memeriksa tingkat kelembaban adalah dengan menusukkan tusuk gigi ke dalam tanah. Tekstur tanah tidak boleh terlalu basah maupun kering.
3. Bonsai memerlukan cahaya matahari!
Tapi hati-hati, karena terlalu banyak paparan sinar matahari malah dapat merusak bonsai.
Itulah sebab, bonsai harus mendapatkan keseimbangan yang tepat antara penyiraman, paparan sinar matahari, dan pemangkasan sehingga bonsai tetap sehat.
4. Ingatlah bahwa ada banyak jenis pohon bonsai. Masing-masing bonsai perlu diperhatikan secara individual sesuai dengan jenis mereka.
Hal ini terutama berkaitan dengan jumlah sinar matahari yang diperlukan. Jadi, penting untuk mengetahui masing-masing jenis pohon bonsai untuk menemukan cara terbaik merawatnya.
5. Jangan memotong dahan bonsai dengan gunting!
Ada banyak alat yang tersedia yang khusus dirancang untuk memangkas bonsai. Setiap alat melayani tujuan yang berbeda, seperti membentuk pohon, memotong daun, atau membengkokkan dahan, dll.
Bertanam bonsai adalah sebuah bentuk seni. Begitu banyak perhatian, serta keahlian dibutuhkan agar bonsai tumbuh memukau.
Inilah sebabnya mengapa bonsai begitu istimewa dan memiliki harga yang tinggi.

PESONA Bonsai Kemuning

Bonsai Kemuning (Murraya paniculata)

Bonsai Kemuning - Memiliki nilai seni dan jual yang tinggi

Bonsai Kemuning (Murraya paniculata)
Kemuning (Murraya paniculata) adalah tumbuhan dari famili Rutaceae yang banyak tumbuh di Indonesia.Tanaman Kemuning ini memiliki daun seperti daun beringin, namun lebih kecil. Memiliki bunga yang umunya berwarna putih seperti bunga melati dan bunga tanaman santigi. Tanaman ini sekarang banyak digunakan sebagai tanaman bonsai kemuning oleh penggemar bonsai.

M. paniculata in flower pots
Kemuning (Murraya paniculata) atau nama sinonimnya Murraya exotica L.; Murraya banati Elm; Chalas paniculata, merupakan tumbuhan tropis yang dapat mencapai tinggi 7 meter dan berbunga sepanjang tahun.


Bunga Kemuning berbentuk putih seperti bunga Anting Putri

Buah Kemuning berwarna kuning dan merah

Daunnya seperti daun jeruk, cuma berukuran lebih kecil, sering digunakan sebagai tumbuhan hias atau tumbuhan pagar. Bunganya terminal dan harum, petal 12-18 mm, panjang, putih. Buahnya akan berwarna merah sampai oranye jika sudah matang.

Bonsai Kemuing (Murraya paniculata)

Kemuning merupakan salah satu tumbuhan yang ditanam di halaman Rumah Gadang di Minangkabau, yang di dalam Pidato Pasambahan Rumah Gadang diungkapkan bahwa kamuniang untuak pautan kudo yang artinya kemuning untuk pautan kuda.
Bonsai Kemuning Jepang

Nama Lokal Tanaman Kemuning di Daerah Indonesia:
- Minangkabau: kamuniang
- Jawa : kamuning / kemuning
- Bali : kuning
- Nusa Tenggara: kemuni (Bima), kemiuning (Sumba), sukik (Bread);
- Sulawesi: kamuning (Manado), kamoni (Bare), kamuning (Napier), Palopo (Bugis);
- Maluku: eschi (Wetar), fanasa (Aru), kamoni (Ambon)

Minggu, 31 Maret 2013

PESONA Bonsai Anting Putri ( Wrightia Religiosa )

Bonsai Anting Putri ( Wrightia Religiosa )


Bonsai Anting Putri ( Wrightia Religiosa ) 

Anting Putri atau Wrightia Religiosa adalah salah satu dari 23 spesies tanaman berbunga dalam keluarga (dogbane) Apocynaceae. Anting putri memiliki daun hijau yang kecil dan bunga berwarna putih menggantung seperti bunga melati kecil. Tanaman ini tumbuh di beberapa habitat asli di daerah tropis sperti Afrika, Asia dan Australia. Anting Putri adalah tanaman spesies kecil yang hidup di semak-semak.

Jenis tanaman atau bonsai anting putri ini dinamai William Wright (1735 -1819) oleh dokter Skotlandia dan botani oleh Robert Brown. Wrightia antidysenterica kadang-kadang keliru milik seorang Holarrhena genus terpisah, seperti pubescens Holarrhena. Tanaman anting putri ini telah lama dikenal dalam tradisi Ayurvedic India, dan disebut "kuţaja" dalam bahasa Sansekerta dan orang Indonesia umumnya menyebutnya dengan nama ANTING PUTRI.

Bonsai Anting Putri - 2

Bonsai Anting Putri - 1


Anting Putri banyak digunakan sebagai tanaman hias saat ini, tumbuhan ini didaerah Indonesia sendiri hampir sangat langka. Oleh para penggemar bonsai Indonesia, tanaman anting putri ini banyak dicari dan dijadikan bonsai anting putri. Beberapa bonsai anting putri yang memiliki bentuk dan kriteria bonsai yang baik akan memiliki nilai seni dan jual sangat tinggi.

Berikut ini beberapa contoh gambar bonsai anting putri dan video bonsai anting putri.

VIDEO BONSAI ANTING PUTRI



Jumat, 29 Maret 2013

PELUANG USAHA BUDIDAYA TANAMAN HIAS

Budidaya tanaman hias menjadi salah satu peluang usaha. Bila dilakukan secara serius dan talaten, tidak menutup kemungkinan budidaya tanaman hias justru menjadi usaha sampingan yang memberi peluang penghasilan jauh lebih besar dibanding penghasilan utama sebagai pegawai misalnya. Namun tentu saja untuk meraup keuntungan seperti itu, budidaya tanaman hias tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Berbagai persoalan teknis dan non teknis kerap menghadang, seperti juga dalam kewirausahaan secara umum.

Ketika anda akan melakukan Budidaya tanaman hias, sebaiknya memang dilakukan di dalam sebuah pot sehingga tidak membutuhkan ketersediaan lahan yang luas. Karena budidaya tanaman hias ini dilakukan di dalam pot, cara pembudidayaannya berbeda dengan tanaman di halaman atau lahan. Melakukan budidaya tanaman hias tidak lepas dari media tanam. Media tanam merupakan komponen utama untuk bercocok tanam sehingga sebuah media tanam yang akan digunakan harus sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Kesesuaian media tanam dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan memang akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman itu sendiri.

Bila memang serius untuk memulai budidaya tanaman hias, sebaiknya dimulai dengan tanaman yang tidak terlalu sensitif dan memerlukan perhatian khusus. Artinya memulai sesuatu dari yang mudah diharapkan akan membelaki pengalaman yang baik. Seiring dengan bertambahnya pengalaman tersebut itulah Anda bisa memulai dengan budidaya yang lebih sulit, sehingga kalaupun memerlukan perhatian yang lebih, Anda telah memiliki pengalaman. Tahap-tahapan itulah yang diperlukan agar budidaya tanaman hias yang Anda lebih berhasil.

Selain itu penambahan pengetahuan juga bisa dilakukan dengan membaca buku yang memang banyak tersedia. Bertukar pengalaman dengan pembudidaya tanaman hias lain juga sangat diperlukan. Memang benar bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Demikian pula dengan cara budidaya tanaman hias ini, berbagi pengalaman jauh lebih menguntungkan karena langsung terfokus pada masalah-masalah yang sering terjadi di lapangan, bukan hanya sekedar bertumpu pada teori.
Metode mudah budidaya tanaman hias

Karakteristik Media Tanam

Agar hasilnya bagus, sebaiknya penggemar tanaman hias mengenal karakteristik media tanam yang bisa jadi berbeda-beda dari setiap jenisnya. Hal ini mengingat masing-masing tanaman memang memiliki karakter yang berbeda. Kesuaian antara media tanaman dengan jenis tanaman, memberi peluang lebih besar untuk pertumbuhan tanaman hias secara normal. Sejauh ini memang ada dua jenis media tanam yaitu bahan organik dan anorganik. Keduanya tentu saja memiliki perbedaan.

Bahan Organik
Yang termasuk dalam kategori bahan organik umumnya dari organisme makhluk hidup, seperti daun, batang, buah, dan lain-lain. Kelebihan bahan organik adalah mengandung unsur hara yang sangat diperlukan tanaman. Bahan organik memiliki pori-pori makro dan mikro yang hampir seimbang sehingga sirkulasi udara cukup baik. Beberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan media tanam, di antaranya arang, cacahan, kompos, moss, sabut kelapa, pupuk kandang, dan humus.

Bahan Anorganik
Bahan anorganik adalah bahan yang memiliki kandungan unsur mineral tinggi dari pelapukan batuan induk di dalam bumi. Beberapa bahan anorganik yang biasa dijadikan media tanam adalah gel, pasir, batu, kerikil, spons, pecahan batu-batu, dan lain-lain.

Setelah mengetahui karakteristik media taman, yang harus dilakukan adalah menyiapkan media tanam. Media tanam bisa didapatkan dengan membeli ataupun membuat sendiri. Namun tentu saja kalau memilih yang praktis lebih baik membeli karena harganya pun tidak terlalu mahal.

Sebenarnya yang harus diperhatikan bukan jenis media tanam melainkan bagaimana mencari kesesuaian antara jenis media tanam dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kesesuaian antara media tanaman dengan jenis tanaman inilah yang akan memungkinkan sebuah tanaman akan tumbuh dengan baik. Selain itu setelah menentukan media tanaman yang paling sesuai dengan jenis tanaman yang dipilih, hal lain yang perlu diperhatikan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik adalah pemeliharaan pasca penanaman.

Demikan artikel metode mudah budidaya tanaman hias. Semoga bermanfaat.

Jumat, 08 Maret 2013

Mengenal Sekilas Bunga Euphorbia Milli


Bunga Euphorbia milli (Delapan Dewa) ini berasal dari Madagaskar. Sedangkan nama Euphorbia berasal dari seorang dokter raja Juba di kerajaan Mauritania (Afrika Utara) yang bernama Euphorbus.


Menurut etnis Cina, tanaman ini kalau berbunga banyak dan dapat tumbuh besar dan dapat membawa keberuntungan, kesuksesan dan kemakmuran.

Beberapa jenis euphorbia diantaranya adalah :
- God Bless You - Color Burst - Silver Throne - Ace of Heart - Golden Eagle - Chiang Mai - Angel Face - Breathless - First Kiss - Moon Like - Red Devil - Sea Breeze - Red Dragon - Nine Lucks - Faboulus Splash - Forever Garden - Jade Bird - Classic Touch - Great Crown - Dream of Jewel - Chain of Love - Great Prosperity - Give You Luck - Rose of Nothern City.

Lingkungan Tinggal
Di tempat asalnya euphorbia ini tinggal di tanah berbatu dan kering. Iklimnya adalah sub tropis. Jadi bisa dikatakan bahwa lingkungannya cukup ekstrim. Sinar matahari mutlak dibutuhkan, walaupun di tempat asalnya tinggal di antara batu-batuan.

Kalau mau beli euphorbia, yang perlu diperhatikan, belilah euphorbia yang sudah
berbunga. Karena jenis euphorbia akan kelihatan jelas kalau sudah mengeluarkan bunga, tujuannya adalah untuk menghindari penipuan. Kemudian pilih euphorbia yang berdaun besar, karena dari daun yang besar akan berbunga yang besar juga. Tips terakhir, jangan ragu-ragu menanam euphorbia.

Namanya susah sekali di ingat, tapi kalau melihat bentuknya rasanya setiap saat akan diingat. Itulah Euphorbia yang nama ilmiahnya "Euphorbia milii", salah satu jenis bunga gurun yang berbunga sepanjang tahun, tidak mengenal musim baik itu musim hujan ataupun musim kemarau. Itulah yang menyebabkan tanaman yang mempunyai nama lain "Crown of thorn" ini sangat diminati oleh para hobiis Euphorbia. Ajaib memang, bunga/mahkota Euphorbia ini dapat bertahan sampai 4 bulan tidak rontok, bahkan salah satu jenis dengan sebutan "Forever Green" mampu bertahan selama setahun tanpa kerontokan.

Warna bunga Euphorbia pun sangat beragam. Dari beberapa literatur, Euphorbia terdiri dari 82 varietes. Menurut pengamatan, Euphorbia ini terdiri dari warna merah dengan segala corak, orange, pink, putih sampai dengan kuning. Bunganya pun terdiri dari 2 jenis, ada yang besar dan kecil. Saat ini yang lagi banyak diminati jenis dengan bunga yang kecil, itulah yang menyebabkan harga Euphorbia saat ini melambung tinggi, bayangkan saja di salah satu kota di timur Indonesia, harga Euphorbia ini mencapai Rp.300,000/pot untuk Euphorbia yang tingginya 15cm.

Perawatan Euphorbia pun relatif mudah, namun jika ingin memunculkan bunga dengan kompak di setiap ketiak daun sehingga daunnya nyaris tertutup bukanlah hal yang mudah. Hal tersebut membutuhkan perawatan dan keahlian khusus.

Euphorbia adalah bunga jenis cactus yang tumbuh di daerah Thailand dan memiliki umur bunga yang cukup lama. Bunga ini memiliki bentuk yang unik dan cantik serta memiliki banyak variant, termasuk jenis yang dikembangkan secara lokal. Beberapa jenis memiliki nilai yang sangat mahal karena kelangkaannya dan beberapa memiliki nilai yang standar.

Label