Tampilkan postingan dengan label cara-cara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara-cara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Oktober 2012

9 alasan utama bertani secara organik

9 alasan utama bertani secara organik Meningkatnya kesadaran akan pentingnya makanan bagi kesehatan tubuh menjadikan konsumsi produk pertanian organik meningkat. Selain itu isu kerusakan lingkungan akibat praktek pertanian konvensional yang mengandalkan pupuk dan pestisida kimia sintetik juga sangat berpengaruh terhadap kepedulian mempraktekkan pertenian organik. Telah banyak sekali penelitian yang mengungkapkan pengaruh dan keuntungan praktek pertanian organik bagi terjaganya kesehatan manusia, lingkungan dan generasi yang akan datang. Berikut ini 9 alasan utama bertani secara organik.

1. Makanan organik bercita rasa tinggi
Tanah yang sehat dan subur alami menghasilkan tanaman yang sehat bagi manusia. Menurut penelitian buah yang dihasilkan oleh pertanian organik lebih manis, rendah kandungan nitrat, tinggi kandungan antioksidan, vitamin dan mineral.

2. Produk pertanian organik adalah produk pertanian yang sehat bagi tubuh manusia
Mengkonsumsi produk pertanian organik mengurangi resiko gangguan kesehatan karena masuknya zat kimia sintetik yang berasal dari pupuk dan pestisida kimia sintetik. Pertanian organik mencegah lebih banyak bahan kimia beracun masuk ke dalam tanah, air dan udara yang merupakan kebutuhan hidup manusia. Pertanian organik terbukti meningkatkan kandungan nutrisi dalam makanan.

3. Melindungi dan memelihara sumber airPertanian organik tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia sintetik yang bisa mencemari sumber air.

4. Melindungi keseimbangan dan kesehatan tanah
Tanah yang sehat adalah dasar dari rantai makanan. Fokus utama dari pertanian organik adalah praktek-praktek membangun tanah yang sehat. Petani organik telah membuktikan bahwa dengan menggabungkan beberapa tanaman dengan ternak dan hewan lainnya adalah cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan tanah.

5. Menjaga keanekaragaman hayati
Apakah anda masih ingat serangga yang berkelip dimalam hari? Atau apakah putra anda mengerti tentang kunang-kunang? Serangga itu kini jarang atau bahkan musnah dari sawah petani. Belut juga salah satu hewan yang kini mulai enggan hidup disawah petani. Penggunaan pupuk kimia sintetik menurunkan kualitas tanah sehingga belut tak lagi betah tinggal disawah. Pertanian organik melindungi keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologi.

6. Menyelamatkan generasi yang akan datang
Timbunan zat kimia beracun tidak hanya berpengaruh buruk terhadap generasi sekarang. Seorang bayi dalam kandungan beresiko terpapar zat kimia beracun dari makanan non organik yang dikonsumsi oleh ibunya. Zat kimia ini kadang tak terasa pengaruhnya bagi orang dewasa, tetapi tidak bagi anak-anak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pestisida dapat mempengaruhi sistim saraf, meningkatkan resiko kanker, cacat lahir, kesulitan belajar, obesitas dan autisme. Pertanian organik satu-satunya jalan meningkatkan kesehatan generasi yang akan datang.

7. Pertanian organik bisa dipraktekkan dari skala rumah tangga hingga skala besar
Pertanian organik bisa dipraktekkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan pot, toples bekas, ember, paralon di halaman belakang rumah. Juga sangat menguntungkan diaplikasikan dalam skala industr dengan lahan yang luas. Keuntungan pertanian organik bukan hanya finansial tapi juga menjadi sumber makanan sehat dan ramah lingkungan.

8. Memberdayakan petani
Pertanian organik mendorong petani untuk memproduksi sendiri pupuk kandang, kompos dan benih lokal. Dengan cara ini petani lebih mungkin mendapat manfaat dan keuntungan dari hasil pertaniaannya. Menekan biaya produksi, meningkatkan ketrampilan, menyelamatkan lahan pertanian dari kerusakan.

9. Menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi petani, pekerja pertanian dan lingkungan sekitar
Dengan mempraktekkan pertanian organik lingkungan akan terhindar dari pencemaran udara akibat pestisida kimia yang disemprotkan. Air tidak tercemar pupuk kimia dan tanah terjaga kesehatannya.

Senin, 24 September 2012

3 hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan itik pedaging

pakan bebek
nasi bekas, bekatul dan konsentrat sebagai pakan bebek
Dalam budidaya itik pedaging sering kali peternak mengeluhkan beberapa hal, antara lain pertumbuhan itik tidak merata, waktu pemeliharaan lebih lama dari yang dikehendaki, dan lain-lain. Untuk mengatasi hal-hal tersebut saya sampaikan 3 hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan bebek pedaging. 1. Pencampuran pakan harus benar-benar merata sempurna Ketidak-merataan dalam pencampuran bahan pakan akan mengakibatkan itik tidak sama pertumbuhannya. Itik yang memakan lebih banyak bahan pakan yang menjadi sumber protein akan lebih cepat pertumbuhannya. Selain itu sediakan wadah pakan yang cukup, sehingga 3/4 jumlah bebek dalam satu kandang bisa makan secara bersamaan. Pertumbuhan yang tidak berlangsung bersama akan mengakibatkan kerugian. Itik yang tidak mencapai bobot tertentu pada saat panen tidak laku dijual, harus masih tetap dipelihara sampai mencapai bobot yang di inginkan. Dalam waktu 45 hari pemeliharaan seharusnya bebek sudah mencapai bobot 1,3-1,4 kg .Ini berarti peternak harus menyediakan waktu dan pakan ekstra agar semua itik laku dijual.
2. Pemberian pakan harus cukup untuk setiap itik Kebutuhan pakan pada budidaya bebek potong terus meningkat seiring pertambahan berat badan itik. Peternak harus benar-benar memperhatikan pertambahan pakan setiap hari. Dalam setiap periode pemberian pakan harus diperhatikan apakah ada sisa pakan dalam wadah. Jika wadah kosong berarti jumlah pakan harus ditambah pada periode berikutnya. Tetapi jika masih ada sisa berarti semua itik tercukupi kebutuhan pakannya. Sisa pakan masih bisa diberikan pada itik dengan mencampurnya dengan pakan yang baru. Kelalaian peternak dalam memenuhi peningkatan kebutuhan pakan menyebabkan itik-itik tidak mencapai bobot yang dikehendaki pada waktu yang diinginkan. Ini berarti waktu panen akan mundur dari yang seharusnya, rugi waktu, tenaga dan dana. 3. Gunakan sumber pakan yang melimpah di sekitar kita
Pilih jenis pakan yang murah dan mudah didapatkan sehingga biaya pakan bisa ditekan dan keuntungan bisa maksimal. Limbah rumah makan, restoran dan pabrik pengolahan hasil perikanan bisa dijadikan sumber pakan ternak.

Demikianlah 3 hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan bebek pedaging. Semoga bermanfaat

Minggu, 16 September 2012

Bisakah jenis kelamin itik dibedakan sejak masih berupa telur?

Pertanyaan ini begitu menggelitik, apakah sebutir telur itik sudah pasti jantan betinanya? Ataukah telur belum tentu jenis kelaminnya, perlakuan dalam proses penetasan menentukan jenis kelamin DOD? Apakah dengan perlakuan khusus pada induk itik akan meningkatkan prosentase DOD betina?

Pertanyaan ini berlatar belakang adanya perbedaan harga DOD
jantan dan betina yang cukup mencolok. DOD betina Rp. 6.500, jantan Rp. 4.500 (September 2012).

Biasanya dalam proses penetasan perbandingan antara jantan dan betina 50:50. Jika jenis kelamin itik bisa diprediksi sejak masih berupa telur tentu penghasilan penetas itik akan meningkat.

Sekedar iseng, mari kita menghitung berapa peningkatan jumlah penghasilan peternak seandainya bisa membedakan telur betina dan jantan. Biasanya perbandingan hasil penetasan adalah 50:50. Kita asumsikan kita bisa mengubah perbandingan betina dan jantan menjadi 75:25.

Dengan mesin tetas sederhana berkapasitas 200 telur, 80% telur menetas, maka dalam keadaan biasa seorang peternak akan menghasilkan 80 DOD jantan dan 80 DOD betina. Pendapatan yang diperoleh (80 x Rp. 6.500) + (80 x Rp. 4.500)= Rp. 880.000. Jika peternak bisa mengubah perbandingan betina jantan menjadi 75:25, maka akan dihasilkan 120 DOD betina dan 40 DOD jantan. Penghasilan yang diperoleh (120 x Rp. 6.500) + (40 x Rp. 4.500) = Rp. 960.000. Penghasilan peternak meningkat Rp. 80.000 (9%). Cukup banyak, lebih dari cukup menutup biaya listrik.

Saya pribadi berpikiran cukup terbuka, bahwa jenis kelamin itik mungkin bisa ditebak sejak masih berupa telur.

Mungkin bentuk fisik telur menginformasikan jenis kelamin itik jika sudah menetas. Memang tidak akan bisa 100% tepat, tetapi dengan pengamatan yang teliti dan lama sangat mungkin meningkatkan prosentase anak itik betina.


Bagaimana menurut anda?

Jumat, 31 Agustus 2012

Pemanfaatan limbah usaha pembibitan itik

Yang dimaksud limbah usaha pembibitan itik disini adalah telur-telur yang gagal menetas. Limbah ini dibagi dalam 2 jenis, yaitu telur-telur infertil dan telur-telur fertil yang gagal menjadi anak itik. Telur-telur infertil adalah telur yang terbentuk tanpa proses pembuahan sel telur itik betina oleh sel sperma itik jantan. Dalam keseharian kami menyebutnya "beningan". Telur-telur infertil ini dapat diketahui setelah 3 hari proses inkubasi dalam mesin tetas, yang ditandai tidak adanya embrio yang berkembang dalam telur. Telur-telur ini jika diteropong/candling nampak tidak ada titik merah berakar yang terbentuk dalam telur/bening. Telur-telur "beningan" masih layak dikonsumsi selama tidak ada tanda-tanda kerusakan yang nampak, seperti bercampurnya albumen dan kuning telur. Misalnya diolah menjadi telur asin. Sedangkan telur-telur fertil yang gagal menetas bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak sebagai sumber protein. Pemberian pakan telur-telur gagal menetas ini sudah pernah saya praktekkan pada ayam, itik pedaging, sapi, lele dan belut. Tetapi tidak baik untuk ayam dan itik petelur karena akan menyebabkan terlalu gemuk sehingga menurunkan produtifitas dan kualitas telur tetas. Pada itik petelur misalnya, kegemukan justru menurunkan produtifitas, juga menyebabkan cangkang telur terlalu keras sehingga sulit menetas.
Pemberian telur-telur ini sebagai pakan tambahan pada ayam, itik, lele dan belut dengan cara direbus dulu kemudian dicacah. Sedangkan pada sapi diberikan mentah, bisa juga ditambah madu untuk meningkatkan stamina dan menambah napsu makan.
Semoga bermanfaat.

Selasa, 28 Agustus 2012

Cara mudah membedakan anak itik (DOD) jantan dan betina

cara mudah membedakan DOD jantan dan betina
Memilah anak itik jantan dan betina (sexing) wajib kuasai oleh orang-orang yang terjun didunia budidaya itik terutama pembibitan. Karena anak itik jantan dan betina djual dengan harga yang jauh berbeda.
Berikut adalah cara memilah kelamin anak itik :
1.Hand sexing
Adalah cara memilah kelamin anak itik dengan cara membuka anus/kloaka. Jika terdapat benjolan kecil dianus maka anak itik ini berkelamin jantan, jika tidak ada maka berkelamin betina. Sexing dengan cara ini memiliki tingkat akurasi/ketepatan yang tinggi, tapi sedikit repot dan makan waktu lumayan lama. Bayangkan jika yang dipilah berjumlah ratusan atau bahkan ribuan.

2.Bend sexing
Adalah memilah kelamin anak itik dengan memperhtikan tingkah anak itik. Termasuk dalam cara ini adalah membedakan warna bulu dan paruh anak itik. Bulu anak itik jantan lebih gelap dan kasar daripada anak itik betina. Warna paruh anak itik jantan abu-abu kehitaman, sedang anak itik betina lebih terang mirip warna bawang merah (bhs jawa : mbrambang). Dengan cara ini akan lebih mudah dan cepat dibanding cara nomer 1 /hand sexing. Namun jika ada keraguan maka cara nomer 1 dilakukan.

3.Voice sexing
Adalah pemilahan kelamin anak itik dengan membedakan suara yang dikeluarkan anak itik. Anak itik jantan bersuara serak, sedangkan anak itik betina nyaring. Cara ini membutuhkan latihan dan konsentrasi.

Demikianlah cara memilah kelamin anak itik yang baru menetas. Saya lebih suka menggunakan cara nomer 2/dengan membedakan warna paruh dan bulu karena lebih mudah dan cepat. Namun ada sedikit kejadian warna paruh sulit dibedakan, kalau terjadi demikian saya gunakan cara nomer 1/hand sexing untuk lebih meyakinkan.

Semoga bermanfaat.

note : DOD: day old duck/anak itik umur sehari

Label