Tampilkan postingan dengan label Panduan dan Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan dan Tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Desember 2012

CARA Berkebun Sayuran di Halaman Rumah

kebun

Memiliki kebun sayur mayur yang tumbuh subur tentunya menyenangkan. Selain menghemat pengeluaran anda juga menyehatkan karena bebas pestisida. Perlu diketahui bahwa untuk menumbuhkan tanaman yang sehat diperlukan air, sinar matahari yang mencukupi serta kondisi tanah yang subur.

Menumbuhkan tanaman yang subur perlu pengolahan tanah yang baik. Pengolahan tanah yang baik bergantung pada ekosistem yang alami dan bukan pada bahan kimia. Kita bisa menciptakan ekosistem tanah yang baik dengan menggemburkannya, menambahkan cacing tanah, pupuk kompos, dan mulsa plastik.

Cacing tanah membantu penyaluran oksigen sampai ke akar tanaman. Cacing tanah membantu dengan menghilangkan kebutuhan air yang cukup sering pada tanaman sehingga mampu mencegah hilangnya nutrisi pada tanaman. Cacing tanah menjaga tanah tetap gembur sehingga akar dapat menyebar. Cacing juga membawa nutrisi dari tingkat rendah ke tanah lapisan atas tanah, dimana tanaman membutuhkannya. Bahkan cacing tanah mampu menetralisir tanah yang mungkin terlalu asam atau basa.

Kebun sayur mayur anda akan membutuhkan kondisi tanah dengan pH balance yang tepat sehingga menghasilkan tanaman yang segar dan sehat. Untuk tanaman tomat mungkin sedikit berbeda, karena membutuhkan kondisi tanah yang sedikit asam yaitu sekitar 5,8 pH. Akan tetapi untuk sebagian besar tanaman sayur akan memiliki pH netral 7,0 sepanjang musim tanam.

Kebun sayur anda juga perlu dipupuk dengan pupuk kompos sebanyak dua kali selama musim tanam, yaitu sekali sebelum tanam dan sekali lagi ditengah musim tanam. Lokasi kebun harus dipastikan cukup untuk mendapatkan sinar matahari setiap hari selama musim tanam dan dimana udara dapat bersirkulasi disekitarnya.

Kondisi geografis dan iklim akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman di kebun anda. Kebun sayuran di daerah yang memiliki iklim lembab harus memiliki jarak yang lebih luas antar tanaman sehingga membantu penetrasi sinar matahari dan untuk memberikan sirkulasi udara lebih. Hal ini penting untuk mencegah penyakit jamur dan lainnya.

Kebun anda membutuhkan air agar tanaman mampu bertahan hidup, akan tetapi terlalu banyak air justru akan merugikan karena mendorong pertumbuhan hama dan penyakit. Sayuran seperti artichoke, asparagus dan squash memerlukan penyiraman yang cukup banyak, akan tetapi kacang polong, bayam dan kacang jepret cuma memerlukan penyiraman ringan.

Sabtu, 15 Desember 2012

Cara Bercocok Tanam Kangkung Darat

Cara Bercocok Tanam Kangkung Darat

kangkung darat

Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk ke dalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A.

Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan
2. Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.

Cara Budidaya Kangkung

1. Benih Kangkung
Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang mempunyai daya adaptasi lebih baik dibanding varietas lain.

2. Persiapan Lahan Kangkung
Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan, untuk mempermudah pemeliharaan sebaiknya panjang bedengan tidak lebih 15 m. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit untuk menaikkan derajat keasaman tanah dosis 1,5 t/ ha, pengapuran dilakukan sebelum penanaman, yaitu 2-4 minggu sebelum tanam.

3. Pemupukan Kangkung
Pupuk organik (sebaiknya kotoran ayam yang telah difermentasi) diberikan tiga hari sebelum tanam dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik berupa Urea 15 gr/m2 pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan di samping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam.

4. Penanaman Kangkung
Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 – 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris).

5. Pemeliharaan Kangkung
Pemeliharaan yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Kangkung
Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen dan Pasca Panen Kangkung
Panen dilakukan setelah berumur + 25 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya.

Tambahan: agar tanaman kangkung bisa berproduksi lagi, setelah panen dengan cara memotong (bukan dicabut) berikan pupuk urea lagi seperti sebelumnya, dan pangkaslah bunga yang muncul.

Tips Berkebun Bayam di Pekarangan Rumah

Tips Berkebun Bayam di Pekarangan Rumah

bayam

Bayam (Amaranthus sp.) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl. dengan pengairan secukupnya.

Terdapat 3 jenis sayuran bayam, yaitu:

1. Bayam cabut, batangnya berwarna merah dan juga ada yang berwarna hijau keputih-putihan.

2. Bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak serta berdaun lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan.

3. Bayam yang biasa dicabut dan juga dapat dipetik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar berwarna hijau keabu-abuan.

Nah, bagi anda yang tidak punya kebun bercocok tanam bayam bisa dilakukan di pekarangan rumah, asalkan mendapatkan banyak sinar matahari.

Cara Budidaya Bayam

1. Benih Bayam

Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda, daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5-1 g/m2. Supaya praktis silakan membeli benih bayam dalam kemasan di toko-toko pertanian.

2. Persiapan Lahan Bayam

Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

Bagi anda yang ingin bercocok tanam di pekarangan rumah, bedengan bisa dibuat dengan cara menumpuk bata berkeliling membentuk persegi (seperti membuat kolam), kemudian isi dengan campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1), dan pastikan kondisinya gembur. Atau bisa pula di pot/polibag berdiameter 30 cm.

3. Pemupukan Bayam

Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar kotoran ayam/kambing yang telah difermentasi dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/ m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4. Penanaman Benih Bayam

Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

1. Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pasir/abu dapur/pupuk organik yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.

2. Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.

3. Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

Bila anda ingin menanamnya di pot, maka sebaiknya jumlah tanaman per pot tidak terlalu banyak agar bayam tidak kerdil.

5. Pemeliharaan Bayam

Bayam cabut adalah jenis bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah). Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/ m2/hari.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Bayam

Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.).

Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen dan Pasca Panen

Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kira-kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya. Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

Tempatkan bayam yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar ke dalam air dan pengiriman produk ke tempat tujuan secepatnya.

Semoga bermanfaat.

Tips Menanam Tomat Cherry di Pot

Tips Menanam Tomat Cherry di Pot

tomat cherry


Tomat merupakan salah satu sayuran yang populer ditanam di pekarangan rumah dan dapat berbuah sepanjang tahun. Jika tidak memiliki pekarangan, tidak perlu khawatir karena Anda bisa menanam tomat di pot.

Salah satu jenis tomat yang populer dan sering ditanam di pot adalah tomat cherry. Selain bentuknya yang mungil, tomat cherry juga lezat jika dicampurkan dalam salad.

Berikut tips menanam tomat cherry di pot:

1. Taruh pot tanaman tomat cherry di lokasi yang terkena cahaya matahari namun terlindung dari angin kencang. Angin kencang dapat merusak dan merontokkan daun, mematahkan batang, menghancurkan bunga, dan merontokkan buah. Tomat cherry tumbuh paling baik pada suhu 21,1 – 26,6 derajat Celcius.

2. Beri kandang tomat di sekitar tanaman tomat yang masih muda. Kandang tomat bisa dibuat dari kawat dan harus memiliki ruang yang cukup antar kawat untuk tangan Anda. Menumbuhkan tomat cherry di pot yang diberi kandang memungkinkan tanaman untuk tumbuh secara alami tanpa harus dipangkas. Selain itu, kandang juga dapat menghindarkan tanaman dari predator seperti siput.

3. Siram tanaman tomat cherry setiap kali tanah terlihat mulai mengering. Tuangkan air di atas tanah hingga mengalir keluar dari bagian bawah pot. Dengan cara ini bukan daun yang dibasahi, melainkan tanah yang mendapatkan tambahan air. Daun yang basah dalam jangka waktu lama dapat memicu busuk daun dan tanaman lebih mudah terpapar penyakit. Jika cuaca kering dan panas, tanaman mungkin perlu disiram setiap hari.

4. Beri pupuk yang larut dalam air sesegera mungkin setelah tanaman ditempatkan di dalam pot. Campur 2 sdm pupuk NPK 5-10-5 ke dalam tiga liter air. Tuangkan campuran pupuk di tanah di sekitar tanaman. Beri pupuk lagi ketika tomat pertama kali muncul, kemudian dua minggu setelah tomat pertama matang, dan satu bulan setelahnya.

5. Panen tomat cherry ketika sudah matang dan kulit masih terasa kencang. Tomat cherry siap untuk disantap.

CARA MENYIRAM TANMAN YANG BENAR

CARA MENYIRAM TANMAN YANG BENAR

menyiram

Pada musim kemarau, tanaman terutama yang berada di pekarangan membutuhkan penyiraman. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti waktu penyiraman yang sudah diketahui banyak orang.

Umumnya penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari. Ada hal lain yang kadang terlupakan, yaitu kondisi air. Jika penyiraman menggunakan air PAM, endapkan dahulu selama semalam. Hal ini dikarenakan pada air PAM terdapat mineral tertentu yang harus dinetralkan.

Selain itu, meskipun kondisi tanaman sudah sangat kering, kita tidak boleh menggenangi tanaman lebih dari 12 jam karena akan menyebabkan pembusukan akar. Penyiraman yang berlebihan juga memicu pemadatan media tanam. Akibatnya daun akan menjadi rontok.

Jumat, 14 Desember 2012

Tips Supaya Tanaman Tidak Terlantar Ditinggal Berlibur

Tips Supaya Tanaman Tidak Terlantar Ditinggal Berlibur

taman asri

Bagi Anda pecinta tanaman tentunya mendapati tanaman kesayangan Anda yang layu karena ditinggal berlibur tentu bukan hal yang Anda inginkan. Untuk itu, sebelum meninggalkan rumah sebaiknya Anda perlu melakukan beberapa treatment khusus untuk tanaman kesayangan, berikut ini:

1. Setiap tanaman sebetulnya memiliki karakter berbeda dalam mempertahankan hidupnya, tanaman berdaun tebal seperti cocor bebek atau sansiviera (lidah mertua) merupakan tanaman yang lebih tahan tanpa penyiraman. Sedangkan tanaman yang berdaun tipis biasanya lebih rentan dan perlu perawatan maksimal.

2. Untuk mencegah tanaman cepat layu, pemindahan tanaman ke tempat yang lebih teduh merupakan salah satu hal yang bisa Anda terapkan sehingga penguapan karena terpapar sinar matahari bisa berkurang dan cadangan air tidak mudah habis.

3. Cadangan air tentu tak akan mencukupi jika tanaman ditinggalkan selama berhari-hari. Karenanya Anda juga bisa menyiasati dengan melapisi media tanam paling atas dengan moss atau sabut basah hal ini bisa dipertimbangkan untuk memperlambat laju penguapan, di samping itu cadangan air yang terdapat pada sabut atau moss basah ini juga bisa menetes dan melembabkan media tanam.

4. Hal lain yang bisa dilakukan adalah Anda bisa menerapkan sistem irigasi tetes dengan konsep lebih manual, sehingga tidak perlu peralatan yang rumit dan sulit. Bekas infusan bisa Anda pergunakan untuk menyalurkan air agar menetes sedikit demi sedikit pada media tanam.

Sekembali dari Berlibur

Setelah pulang dari berlibur, memperhatikan tanaman secara seksama menjadi penting agar taman tidak terlantar. Sebagai makhluk hidup, jika meninggalkan tanaman hingga berhari-hari atau bahkan seminggu lamanya riskan mengalami layu.

Menurut Assesor yang juga Co Founder dari Green Building Council Indonesia (GBCI) Ning Purnomohadi, perlu dilakukan perawatan khusus agar mereka bisa tetap hidup. Misalnya, Anda harus menyiram secara perlahan dengan volume air secukupnya.

"Jangan sampai berlebihan hal ini akan mengakibatkan tanaman mati karena stres," tuturnya kepada Okezone pada Sabtu (25/8/2012).

Lakukanlah penyiraman secara perlahan dan betul-betul meresap pada tanaman. Namun, seandainya tanaman Anda telah mengalami kelayuan permanen tidak ada cara yang lebih baik selain mengganti tanaman kesayangan.

Sumber: Okezone.com (dengan perubahan).

Manfaat Air Cucian Beras Untuk Penyubur Tanaman

Manfaat Air Cucian Beras Untuk Penyubur Tanaman

tabulampot mangga

Sebelum menanak nasi, beras wajib di cuci terlebih dahulu dengan air bersih. Tujuan pencucian beras ini adalah untuk membersihkan beras seperti dari kulit yang terbawa, sisa gabah, serangga kecil pemakan beras, butiran kerikil yang terlihat atau kotoran lainnya.

Setelah selesai mencuci beras, pada umumnya air hasil pencucian beras dibuang begitu saja karena air tersebut dianggap kotor akibat air cucian beras terlihat putih keruh dan membawa partikel halus yang menempel di butiran beras.

Air cucian beras sebenarnya sangat bermanfaat untuk tanaman. Air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yang berlimpah, yang dapat berfungsi sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman yang ramah lingkungan serta banyak dijumpai di lingkungan sekitar.

Kandungan nutrisi yang ada pada air cucian beras di antaranya adalah karbohidrat berupa pati (85-90 persen), protein glutein, selulosa, hemiselulosa, gula dan vitamin yang tinggi. Selain itu, formulasi air cucian beras merupakan media alternatif pembawa P. fluorescens yang berperan dalam pengendalian patogen penyebab penyakit karat dan pemicu pertumbuhan tanaman (Yayu, 2011).

Bakteri Pseudomonas fluorescens adalah Bakteri P. fluorescens yang mampu mengklon dan beradaptasi dengan baik pada akar tanaman serta mampu untuk mensintesis metabolit yang mampu menghambat pertumbuhan dan aktivitas patogen atau memicu ketahanan sistemik dari tanaman terhadap penyakit tanaman.

Oleh karena itu, maka air cucian beras hendaknya jangan dibuang. Manfaatkan air beras untuk menyuburkan tanaman, cara memanfaatkannya adalah sebagai berikut:

1. Setelah mencuci beras, tampung air cucian beras

2. Diamkan 1-2 menit

3. Manfaatkan botol air minum bekas sebagai media penampung air cucian beras (reduce & recycle)

4. Siramkan air cucian tersebut ke tanah pekarangan ataupun pot tanaman.

Ingat: Air cucian beras "hanya" disiramkan ke tanah, jangan terkena daun. Apabila terkena daun sering mengakibatkan permukaan daun terbentuk bercak-bercak putih yang dapat mengurangi kecantikan tanaman.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Selasa, 04 Desember 2012

CARA YANG MUDAH MEMBUAT KOMPOS


Pupuk Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organik karena penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik.

Bahan yang diperlukan:
Bahan organik sisa-sisa pertanian, misal: jerami, tongkol batang jagung, rumput dan kotoran ternak yang telah dibasahi.

Cara buat pupuk kompos:
Potong-potong bahan organik diatas (kecuali kotoran ternak) sehingga berukuran kecil

Setelah itu, tumpuk dan taruh rumput di bagian atas. Buat tumpukan setebal 15 cm

Taruh kotoran ternak yang telah dibasahi pada bagian paling atas tumpukan
Lakukan menggunakan cara yang sama sampai semua bahan habis.

Tumpuk semuanya sampai mencapai ketinggian maksimal 1,2 m

Jaga kelembaban dalam tumpukan bahan agar tetap lembab dan tidak becek

Apabila pengomposan berlangsung baik, pada minggu ke 3-4 akan terjadi kenaikan suhu. Gunakan tongkat kayu untuk mengetahui telah terjadi kenaikan suhu dengan cara menusukkan tongkat kayu tersebut ke dalam tumpukan kompos kemudian tarik dan lihat ujung tongkatnya, apakah sudah terasa lembab dan hangat. Bila iya, berarti proses pengomposan berjalan dengan normal dan baik. Jika ujung tongkat terasa kering, segera siramkan air ke dalam kompos. Bila ujung tongkat terasa dingin, berarti pengomposan gagal dan harus diulang kembali pembuatannya dari awal.

Setelah terjadi kenaikan suhu, maka suhu akan mengalami penurunan. Pada saat inilah tumpukan kompos harus dibalik.

Sebulan setelah terjadi penurunan suhu dan kompos telah dibalik, maka kompos telah jadi dan siap dipakai.

Senin, 03 Desember 2012

CARA MENYIRAM TANAMAN YANG BAIK

CARA MENYIRAM TANAMAN YANG BAIK



Semua makhluk hidup membutuhkan air, termasuk tanaman di kebun Anda. Namun memberi air berlebihan juga tidak baik untuk tanaman tersebut. Simak Tips langkah tepat menyiram tanaman kesayangan anda seperti yang dilansir dari Boldsky berikut ini.

Ukuran tanaman
Anda sebaiknya memperhatikan ukuran tanaman, sebab hal itu adalah panduan dasar jumlah air yang boleh Anda siram di tanaman Anda.

Cuaca
Anda juga jangan melupakan faktor alam, yaitu cuaca. Untuk menjaga kesegaran akar dan tanaman kesayangan, Anda bisa menambah jumlah air yang disiram untuk tanaman ketika hari terlalu panas dan matahari bersinar cerah.

Jadwal menyiram
Tanaman perlu menyerap air dan menggunakannya untuk fotosintesis, jadi pastikan Anda menyiramnya di pagi atau sore hari saja.

Jenis tanaman
Beberapa jenis tanaman bisa langsung menyerap air dari tanah untuk dimanfaatkan dalam proses fotosintesis. Anda pun bisa mengurangi jadwal menyiram menjadi lebih jarang untuk menghindari tanaman kelebihan air.

Komposisi tanah
Jenis tanah yang digunakan pun mempengaruhi kondisi tanaman. Tanah yang baik akan mampu menahan air dan menjaga kelembapan tanaman meskipun Anda hanya menyiramnya satu kali sehari.

Lokasi tanaman
Jika Anda meletakkan tanaman di luar rumah, Anda sebaiknya menyiramnya secara teratur. Namun apabila tanaman Anda di dalam rumah dan jarang terkena sinar matahari, Anda tidak perlu repot memberinya air sesering mungkin.

Jumlah air
Anda masih ragu dengan banyaknya air yang sebaiknya Anda berikan pada tanaman? Biasanya apabila tanaman dalam pot Anda memiliki lubang dan mengalirkan air ketika Anda menyiramnya, maka Anda sebaiknya menghentikan pemberian air tersebut.
demikian info dari tipspetani semoga dapat bermanfaat.

Catatan Kecil :

Senin, 26 November 2012

Kiat Marketing Meningkatkan Penjualan Produk Kerajinan


Ramainya persaingan bisnis di sektor industri kerajinan tentunya mengisyaratkan perkembangan yang cukup positif dibidang industri tersebut. Geliat usaha yang ditunjukkan para pengrajin di penjuru nusantara menjadi salah satu pertanda bahwa bisnis kerajinan di Indonesia belakangan ini mulai menunjukan perkembangan yang cukup signifikan setiap tahunnya.
Tak hanya fokus membuat produk-produk baru yang bernilai seni tinggi, sekarang ini para pengrajin di Indonesia mulai aktif memasarkan kreasi produknya ke berbagai daerah untuk mendatangkan penjualan yang cukup besar setiap bulannya. Bahkan, sekarang ini tak hanya pasar lokal saja yang digarap para pelaku usaha, mereka juga mulai aktif memperkenalkan produk unggulannya ke pasar nasional serta mulai menjangkau pasar ekspor ke negara tetangga untuk menjajal peruntungan bisnisnya di kancah internasional.
Karenanya, agar bisnis kerajinan yang Anda jalankan tak kalah bersaing dengan kompetitor lainnya. Berikut kami informasikan beberapa tips pemasaran sederhana yang bisa Anda jalankan untuk meningkatkan penjualan produk kerajinan.
  • Berani berkreasi, berinovasi, dan berkompetisi
Seperti kita ketahui bersama, selama ini produk kerajinan bukan menjadi barang kebutuhan primer yang banyak dicari para konsumen. Karenanya, para pengrajin harus pintar-pintar menciptakan keunikan tersendiri yang akhirnya bisa menarik minat calon konsumennya. Meskipun produk ini tidak dibutuhkan konsumen setiap hari, namun peluang pasarnya diperkirakan masih sangat luas, sehingga Anda bisa membidik peluang tersebut untuk mendatangkan transaksi penjualan sebanyak mungkin dalam waktu sebulan.
  • Cobalah dengan sistem konsinyasi
Setelah berkreasi dan berinovasi menciptakan produk kerajinan unik bernilai seni tinggi, selanjutnya Anda bisa mencoba memasuki pasar ritel dengan menitipkan karya-karya Anda di beberapa art shop (toko kerajinan), gallery, maupun di toko-toko swalayan yang ada di sekitar lokasi bisnis Anda. Dalam hal ini Anda bisa mencoba menerapkan sistem konsinyasi (titip jual) untuk menjalin kerjasama dengan para pemilik toko. Semakin banyak Anda menjalin kerjasama dengan toko-toko besar di sekitar Anda, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendatangkan tansaksi penjualan setiap bulannya.
  • Aktif dalam mengikuti bazar dan pameran
Untuk memperluas pemasaran, Anda bisa mengikuti beberapa event bazar maupun pameran kerajinan yang sering diadakan pihak pemerintah ataupun swasta. Dengan aktif dalam event-event tersebut, Anda bisa memperkenalkan keunikan produk Anda kepada khalayak ramai, menggaet calon konsumen dari berbagai kalangan masyarakat, serta tidak menutup kemungkinan untuk bisa mendapatkan partner bisnis baru yang mengunjungi stand pameran Anda. Untuk itu, bergabunglah dengan asosiasi pengrajin yang ada di kota Anda guna mendapatkan informasi jadwal pameran maupun event-event rutin lainnya yang sering melibatkan peran para pengrajin.
  • Jangan pernah abaikan brand produk Anda
Dalam menjalankan sebuah usaha, penting bagi Anda untuk mempromosikan brand produk yang tengah Anda usung. Pastikan bila semua produk kerajinan yang Anda produksi telah dilengkapi dengan label produk yang bertuliskan nama brand atau merek yang diusung perusahaan Anda, serta optimalkan kegiatan promosi dengan memanfaatkan kartu nama, brosur, dan pamflet yang menggambarkan produk kerajinan Anda dengan jelas. Semakin sering Anda menginformasikan brand produk Anda kepada masyarakat luas, maka semakin mudah pula para calon konsumen untuk mengingat keberadaan produk Anda.
  • Perluas jangkauan pasar dengan mengoptimalkan peran internet
Selain memilih pemasaran offline, Anda juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan mengoptimalkan peran internet. Luasnya jaringan internet memudahkan para pelaku usaha untuk memasarkan produk-produknya ke pasar lokal, nasional, bahkan merambah pasar internasional. Tidaklah heran bila sekarang ini banyak pelaku usaha kerajinan yang akhirnya berhasil mendapatkan buyer dari luar negeri berkat lapak online yang Ia miliki. Karenanya, tidak ada salahnya bila mulai sekarang Anda mulai membuka lapak online untuk memperluas pemasaran.
Cukup mudah bukan? Semoga setelah membahas tips marketing meningkatkan penjualan produk kerajinan, para pembaca maupun pelaku usaha bisa mengaplikasikan langsung tips sederhana tersebut untuk mendatangkan omzet penjualan cukup besar setiap bulannya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!
sumber:http://bisnisukm.com

Label